REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan makan bergizi gratis (MBG) untuk lansia dan penyandang disabilitas. Pada tahap awal, akan ada 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan BGN untuk penyaluran MBG kepada lansia dan penyandang disabilitas. Rencananya, terdapat 300 ribu hingga 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas yang bakal mendapatkan MBG pada tahap awal yang ditargetkan berjalan tahun ini.
Baca Juga
BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan Sabtu Ini
Dialog Sufi dan Seekor Anjing, Belajar dari Makhluk yang Dianggap Hina
Siap Jadi Dokter, Enam Mahasiswa Palestina Penerima Beasiswa BSMI Jadi Sarjana di Sudan
"Kan sudah itu untuk anak-anak sekolah, sudah itu untuk ibu hamil segala macam. Ini nanti yang untuk lansia dan penyandang disabilitas, dilayani oleh SPPG-SPPG terdekat nanti," kata dia kepada Republika, Jumat (6/2/2026).
Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul Berdialog dengan Siswa SRMA 14 Bandung Barat, Jumat (28/11/2025). - (Ferry Bangkit)
Menurut dia, saat ini Kemensos masih terus melakukan pendataan terkait sasaran lansia dan penyandang disabilitas yang akan mendapatkan MBG. Pendataan itu dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Gus Ipul menyebutkan, terdapat beberapa kriteria untuk lansia dan penyandang disabilitas yang bakal berikan MBG. Untuk lansia, salah satu kriterianya adalah mereka berusia di atas 75 tahun. Selain itu, lansia yang diprioritaskan adalah mereka yang tinggal seorang diri.
Untuk penyandang disabilitas, prioritas yang bakal mendapatkan MBG adalah mereka yang dalam kategori berat terlebih dahulu. Meski demikian, tidak ada batasan usia untuk penyandang disabilitas.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)