GenPI.co - Adi Prayitno menyebut Jokowi berpotensi mengusung Gibran Rakabuming Raka, jika putra sulungnya tak dipilih menjadi Cawapres pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2029.
Pengamat politik itu, awalnya menanggapi usulan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang mendukung duet Prabowo-Gibran 2 periode.
Adi Prayitno menilai pernyataan Jokowi tersebut, bisa jadi semacam pengujian untuk mengetahui sikap politik Partai Gerindra dan Prabowo Subianto.
“Tentu (Jokowi) sambil berpikir rencana selanjutnya, jika Pak Gibran tidak dipilih sebagai pendamping Pak Prabowo,” katanya dikutip dari akun YouTube miliknya, Sabtu (7/2).
Dia menyebut Jokowi merupakan mantan Presiden RI yang dianggap memiliki pengalaman politik yang cukup panjang.
“Publik tentu menduga, Pak Gibran tidak selesai menjadi Wakil Presiden satu periode. Pasti ada upaya-upaya untuk maju (Capres),” ujarnya.
Adi menyampaikan Gibran Rakabuming Raka merupakan salah satu kompetitor Capres, yang sangat potensial menjadi lawan Prabowo Subianto.
Dia menyebut Gibran sangat mungkin diusung oleh PSI. Apalagi, Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus Presidential Threshold.
“Sepanjang PSI ikut sebagai peserta Pemilu, itu sudah cukup syarat untuk mengusung Gibran menjadi calon Presiden,” ujarnya.
Adi mengatakan Pemilu secara langsung, bukan partai politik yang dilihat. Namun, kekuatan terdapat pada sosok atau figurnya.
“Kekuatan politik Jokowi benar-benar diuji, setelah tidak lagi menjadi Presiden dan tak bersama PDIP, dengan mengusung Gibran sebagai Capres di Pilpres 2029,” ucapnya. (*)
Simak video pilihan redaksi berikut ini:





