Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Madiun
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun melibatkan kalangan pelajar dalam upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Melalui kegiatan sosialisasi di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Fattah, Kabupaten Nganjuk, ratusan siswa dibekali pemahaman terkait risiko dan bahaya aktivitas di sekitar jalur rel.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Humas dan Tim Pengamanan KAI Daop 7 Madiun tersebut diikuti sekitar 150 siswa didampingi oleh Kepala MIS Al Fattah Nganjuk, M. Munir Utama, bersama para guru sekolah tersebut.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa keterlibatan pelajar merupakan bagian dari strategi pencegahan gangguan eksternal, seperti vandalisme dan aktivitas berbahaya di jalur kereta api.
“Anak-anak perlu mengetahui sejak dini bahwa jalur kereta api bukan area bermain. Kesalahan kecil dapat berujung pada risiko besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut, siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai bentuk pelanggaran di lingkungan perkeretaapian, mulai dari berada di jalur rel, pelemparan benda ke arah kereta, hingga perusakan fasilitas.
Tim Pengamanan juga mengingatkan pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dengan mematuhi rambu dan memastikan kondisi aman.
Tak hanya menyampaikan larangan, KAI juga mengajak siswa untuk menjadi pengingat bagi lingkungan sekitar apabila melihat potensi bahaya di jalur kereta api. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian kolektif terhadap keselamatan perjalanan.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembacaan komitmen bersama seluruh siswa, guru, dan pihak sekolah untuk mendukung keselamatan perkeretaapian serta menolak segala bentuk vandalisme.
KAI Daop 7 Madiun berharap, peran aktif pelajar dapat membantu menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews



