Jakarta, tvOnenews.com - Nama Whip Pink belakangan ramai diperbincangkan publik, terutama terkait fungsi, cara penggunaan, hingga whip pink harga yang beredar di pasaran.
Meski dikenal sebagai produk dapur, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh apa itu Whip Pink, siapa pencetusnya, siapa pemiliknya, serta bagaimana dampak jika digunakan tidak sesuai peruntukan.Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Whip Pink?Whip Pink adalah merek whipped cream charger berbasis nitrous oxide (N₂O), atau gas pengocok krim, yang digunakan untuk menghasilkan tekstur krim kocok yang lembut dan stabil. Produk ini dirancang khusus untuk kebutuhan kuliner, seperti topping minuman, dessert, kue, mousse, hingga berbagai menu café dan restoran.
Dalam keterangan resminya, Whip Pink menegaskan bahwa produknya hanya diperuntukkan untuk penggunaan dapur dan tidak boleh dihirup atau digunakan di luar fungsi makanan dan minuman.
Siapa Pencetus dan Pemilik Whip Pink?Whip Pink merupakan merek asal Indonesia yang dikelola oleh PT Suplaindo Sukses Sejahtera, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang inovasi dan distribusi produk kuliner. Hingga kini, perusahaan tidak mempublikasikan secara terbuka sosok individu pendiri atau pemilik personal dari merek Whip Pink, namun secara resmi operasional dan distribusinya berada di bawah PT Suplaindo Sukses Sejahtera.
Sebagai brand lokal, Whip Pink diposisikan sebagai produk dapur profesional yang menyasar restoran, kafe, barista, hingga pelaku usaha kuliner rumahan.
Cara Pakai Whip Pink yang BenarPenggunaan Whip Pink cukup sederhana, namun harus sesuai prosedur agar aman dan hasilnya maksimal. Berikut langkah dasar penggunaan Whip Pink:
-
Siapkan whipped cream dispenser dan krim cair.
-
Tuangkan krim cair ke dalam tabung dispenser.
-
Pasang tabung Whip Pink ke kepala dispenser.
-
Putar hingga gas nitrous oxide masuk ke dalam tabung.
-
Kocok dispenser beberapa kali.
-
Tekan tuas untuk mengeluarkan krim kocok.
Gas N₂O dalam Whip Pink akan bercampur dengan krim cair dan menghasilkan tekstur ringan, mengembang, serta stabil. Krim hasil olahan dapat disimpan di lemari pendingin hingga sekitar 24 jam, meski kualitas terbaik biasanya diperoleh jika langsung digunakan.



