Grid.ID - Aktris senior Yessy Gusman kembali memerankan karakter ikonik Ratna yang melekat kuat dalam perjalanan kariernya. Kali ini, Ratna tidak hadir dalam format film, melainkan lewat drama musikal Bukan Cinta Galih/Ratna.
Sebelumnya, Yessy Gusman dikenal luas lewat perannya sebagai Ratna dalam film legendaris Gita Cinta dari SMA. Kali ini dalam musikal, ia tampil sebagai Ratna versi dewasa dan beradu akting lintas generasi.
Kembalinya Yessy sebagai Ratna pun disambut dengan perasaan bahagia. Peran tersebut baginya bukan pengalaman baru, melainkan perjalanan panjang yang terus berevolusi.
"Iya tentu senang ya, selalu senang. Karena sebenarnya ini bukan baru pertama kali, sudah ketiga kali kan Ratna dibikin dalam berbagai versi film, sudah dua kali lagi, jadi sama yang original tiga," ujarnya saat berada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (6/2/2026).
"Versi teater juga ini kayaknya kedua deh. Jadi udah lumayan banyak. Tapi tentu saja selalu menampilkan warna yang berbeda," lanjutnya.
Yessy menilai musikal Bukan Cinta Galih/Ratna memiliki keunikan tersendiri karena melibatkan banyak generasi. Proyek ini mempertemukan para senior dengan generasi muda dalam satu panggung.
"Kali ini yang main kebanyakan Gen Z, sutradaranya dari Gen Z juga, tapi ini lintas generasi. Jadi juga ada yang senior-senior, termasuk saya dan teman-teman yang lain," katanya
Menurut Yessy, musikal ini menawarkan kejutan dan nuansa yang berbeda dibandingkan versi sebelumnya. Meski zaman terus berubah, nilai-nilai utama dalam cerita tetap dijaga.
"Pokoknya lucu, menarik, banyak surprise, dan warnanya beda. Ya zaman sudah berubah, tapi tetap ada nilai-nilai yang dipertahankan," tuturnya.
Bagi Yessy sendiri, kembali ke panggung teater menghadirkan rasa deg-degan sekaligus antusias. Ia menyadari perbedaan mendasar antara bermain film dan teater.
"Buat saya sendiri juga deg-degan ya, kenapa? Karena kalau film dengan teater kan beda ya, punya seninya masing-masing. Saya main teater dulu ketika saya masih anak-anak sebelum saya main film, dan sekarang ikutan lagi main teater. Tapi pengalamannya menyenangkan," ungkapnya.
Pengalaman lintas generasi ini juga membuat wanita berusia 63 tahun ini mengamati perbedaan pendekatan antara aktor teater generasi lama dan Gen Z. Ia melihat adanya perubahan gaya yang cukup signifikan.
"Iya ada perbedaan, mereka mempunyai warna yang beda ya. Kalau aktor-aktor yang dulu itu kan benar-benar mereka tuh menghafal dan gaya teaternya tuh kelihatan ya," ujarnya
Sementara itu, ia menilai aktor-aktor muda membawa pendekatan yang lebih natural dan dekat dengan keseharian. Perbedaan tersebut justru memperkaya dinamika pertunjukan.
"Kalau anak-anak lebih zaman sekarang tuh lebih membawa gaya-gaya sehari-hari, jadi lebih natural. Mungkin memang kategorinya beda kali ya," pungkasnya. (*)
Artikel Asli
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5375892/original/089800500_1759985632-Pramono_Anung_soal_DBH_Dipangkas.jpeg)

