Partai Gerindra berusia 18 tahun pada Jumat (6/2/2026). Perayaan hari ulang tahun pun digelar dalam berbagai bentuk oleh jajaran pengurus partai berlambang garuda itu, di Pusat hingga daerah. Khusus di Jakarta, acara syukuran digelar di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Gedung DPR. Prabowo pun memberikan pesan pada para kadernya.
Tak sebatas itu, ucapan selamat ulang tahun datang dari berbagai pihak. Di antaranya dari elite-elite partai politik lain. Tak terkecuali dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang sejak pemerintahan Prabowo berkuasa, Oktober 2024, memutuskan untuk berada di luar pemerintahan.
Di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, tempat kediaman Prabowo, acara syukuran digelar Jumat malam. Mereka yang hadir sebatas kader Gerindra, termasuk mereka yang saat ini tengah menjabat di Kabinet Merah Putih ataupun sebagai anggota DPR.
”Sebenarnya tempatnya cukup terbatas, tapi ternyata banyak yang ada di Jakarta yang bisa hadir pada sore hari ini. Intinya kami ingin berkumpul, kemudian kembali menguatkan kekompakan di antara kami,” ujar Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono, Jumat sore.
Perayaan HUT sengaja tidak digelar besar-besaran. Menurut Menteri Luar Negeri ini, Gerindra mempertimbangkan masih banyaknya warga yang tertimpa musibah akibat bencana alam di berbagai daerah. Sehingga, tidak elok jika partai politik (parpol) pendukung utama pemerintahan Prabowo itu, justru merayakan HUT besar-besaran.
Acara syukuran di kediaman Prabowo berakhir setelah sang pemilik rumah tampak meninggalkan kediamannya sekitar pukul 22.00 WIB.
Menurut Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, Prabowo sempat memberikan pesan-pesan khusus kepada para kadernya di sela syukuran. “Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, tetap memesankan kepada seluruh kader untuk tetap bekerja, tetap mendekatkan diri kepada rakyat, dan tetap membangun partai, serta berkomunikasi dengan baik kepada semua pihak,” ujarnya seusai acara.
Pak Prabowo sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, tetap memesankan kepada seluruh kader untuk tetap bekerja, tetap mendekatkan diri kepada rakyat, dan tetap membangun partai, serta berkomunikasi dengan baik kepada semua pihak.
Prabowo, lanjut Dasco, juga mengingatkan kepada para kadernya untuk selalu berhati-hati dan mawas diri. Hal ini berlaku di semua lini, mulai kader yang ada di jabatan eksekutif, legislatif maupun penugasan di Badan Usaha Milik Negara. Bahkan, Dasco menyebut partai tidak akan membela kadernya yang melakukan perbuatan tercela.
“Pak Prabowo berpesan kepada para kader, untuk menjaga uang rakyat. Tadi sudah disampaikan, bahwa apabila ada kader yang melakukan (perbuatan tercela), maka kemudian tidak akan mendapatkan pembelaan serta perlakuan khusus,” ujarnya.
Sebelum digelar acara syukuran di kediaman Prabowo, Gerindra, utamanya kadernya yang kini menjabat sebagai anggota DPR/MPR lebih dulu menggelar syukuran di Gedung DPR di Jakarta. Selain wakil rakyat dari Gerindra, acara yang digelar Jumat siang hingga sore ini, dihadiri pula oleh jajaran elite pengurus Gerindra dan sejumlah menteri dari partai tersebut.
Dalam acara ini, Ketua Dewan Kehormatan DPP Gerindra Ahmad Muzani juga mengingatkan pesan dan harapan Prabowo agar seluruh kader senantiasa dekat dengan rakyat. Ini seperti halnya Prabowo yang selalu berusaha untuk mewujudkan senyum rakyat dengan berbagai programnya sebagai Presiden.
“Dalam 18 tahun, sejak partai ini berdiri, cita-cita yang selalu kita harapkan. Dalam bahasa sederhana yang berulang-ulang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra adalah menginginkan bagaimana rakyat Indonesia tersenyum,” kata Muzani.
Dalam momen itu, Ketua MPR itu juga mengingatkan kembali kepada kadernya untuk terus mendukung Prabowo. Bahkan, dukungan secara gamblang agar Prabowo menjadi Presiden dua periode. Dukungan agar Prabowo maju kembali di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 sudah disuarakan saat Kongres Gerindra pada Februari 2025.
Tak hanya dari internal, ucapan selamat ulang tahun pada Gerindra pun berdatangan dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari elite-elite parpol lain. Ucapan selamat dari mereka berseliweran di linimasa media sosial sejak Jumat pagi.
Ucapan selamat ini termasuk dari ”rival” politik Gerindra, yakni PDI-P. Menurut Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengirimkan karangan bunga kepada partai yang dipimpin oleh Prabowo tersebut.
“Tadi saya ditelepon oleh Ibu Megawati Soekarnoputri yang menyampaikan pesan beliau, karena hari ini bertepatan dengan hari ulang tahun Partai Gerindra yang ke-18, maka, kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada Gerindra. Beliau mengirimkan bunga ke Partai Gerindra atas nama DPP PDI-P," kata Hasto ditemui seusai peluncuran acara lomba lari ”Soekarno Run” di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat sore.
Meski Gerindra dan PDI-P kini berseberangan posisi politiknya, persahabatan antara Prabowo dan Megwati tak surut. Karangan bunga itu selain menjadi tradisi kepartaian saat ada parpol lain yang merayakan HUT, juga menjadi cerminan persahabatan antara Megawati dan Prabowo. Terlebih, atensi serupa diberikan Prabowo saat Megawati ataupun PDI-P berulang tahun.
Di usianya yang ke-18, Guru Besar FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, A Bakir Ihsan menilai, Gerindra selama ini menjadi partai besar berkat faktor Prabowo. Saat ini pun, kekuasaan yang dijalankan, masih tersentralisasi pada figur individu.
”Ini sekaligus menjadi tantangan bagi Gerindra, juga partai lainnya yang cenderung paternalistik. Salah satu jalan keluarnya adalah para patron mulai mendelegasikan otoritasnya agar kekuasaan bisa terbagi dan dijalankan secara kelembagaan,” kata Bakir.
Tantangan lainnya, sebut Bakir, partai politik juga semakin tidak dipercaya publik. Pasalnya, partai politik belum bekerja secara berkelindan dengan aspirasi masyarakat. Sejauh ini, para elite hanya melakukan kerja-kerja insidental dan periodik yang biasanya hanya terlihat sewaktu masa pemilihan.
Rendahnya kepercayaan publik, lanjut Bakir, sebenarnya menjadi momen bagi Gerindra yang tengah menyandang status penguasa. Hendaknya partai politik menjalankan peran-peran substantif dengan selalu hadir di tengah masyarakat. Mekanisme kerja kepartaian juga harus terstruktur dan tersistem sehingga tidak bergantung pada satu tokoh utama.
”Ini akan membuat Gerindra menjadi partai yang dihasrati dan didukung banyak kader karena masing-masing punya peluang yang sama untuk mobilitas vertikal, berkompetisi, dan menunjukkan kompetensi terbaiknya,” kata Bakir.





