Apple Setop Rencana Layanan Kesehatan Berbasis AI, Fokusnya ke Sini

medcom.id
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Apple dilaporkan membatalkan rencana peluncuran layanan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI), sebelumnya direncanakan akan memperluas pengalaman kesehatan digital pengguna iPhone dan Apple Watch.
 
Mengutip GSM Arena, keputusan ini muncul sebagai bagian dari perubahan strategi internal Apple terhadap layanan kesehatan digital, menerapkan pendekatan lebih terukur dan bertahap untuk meningkatkan fitur di dalam aplikasi Health.
 
Inisiatif ambisius yang dikenal secara internal sebagai Project Mulberry, awalnya dirancang untuk menghadirkan AI-powered virtual health coach, layanan kesehatan digital berlangganan dengan saran personal tentang gaya hidup, kebugaran, tidur, hingga nutrisi berdasarkan data Apple Health dan perangkat Apple.

Namun laporan terbaru mengungkap bahwa Apple telah membatalkan rencana ini sebagai layanan mandiri dan akan mengubahnya menjadi pembaruan fitur secara bertahap di dalam aplikasi Health. Langkah Apple ini dipengaruhi oleh restrukturisasi manajemen dalam divisi kesehatan dan AI perusahaan.
 
Langkah itu termasuk transisi kepemimpinan di unit layanan kesehatan setelah pensiunnya eksekutif senior yang selama ini memimpin aspek terkait. Eddy Cue, Chief of Services, kini memegang peranan penting dalam menentukan arah pengembangan layanan kesehatan Apple, dinilai memerlukan pendekatan lebih realistis dan kompetitif terhadap fitur AI di tengah persaingan pasar.
 
Alih-alih meluncurkan satu layanan besar dengan banyak fungsi sekaligus, Apple kini berfokus menghadirkan kemampuan AI untuk kesehatan secara bertahap. Beberapa fitur yang sebelumnya dirancang untuk Project Mulberry diperkirakan akan dirilis sebagai update individual dalam aplikasi Health.
 
Beberapa fitur itu termasuk teknologi baru untuk menganalisis cara berjalan seseorang menggunakan kamera iPhone, serta chatbot AI berkemampuan menjawab pertanyaan kesehatan pengguna melalui sistem pencarian karya Apple.
 
Perubahan strategi ini juga menunjukkan kehati-hatian Apple dalam menavigasi area kesehatan digital yang sensitif dan sangat diatur. Penerapan layanan kesehatan berbasis AI dihadapkan pada tantangan regulasi dan kebutuhan untuk memastikan akurasi serta keandalan informasi yang diberikan kepada konsumen, terutama yang berpotensi memberikan saran kesehatan tanpa pengawasan profesional.
 
Pendekatan baru yang diterapkan oleh Apple juga mencerminkan dinamika kompetitif di sektor teknologi kesehatan. Banyak perusahaan lain, termasuk wearables dan platform kesehatan digital lain, sudah lebih dulu mengintegrasikan fungsi AI dalam peralatan dan aplikasi mereka.
 
Apple kini memilih untuk menyederhanakan peluncuran fitur, memperkenalkan kemampuan baru satu per satu agar dapat lebih cepat sampai ke tangan pengguna dan lebih mudah diuji sebelum pengembangan lebih lanjut.
 
Dengan perubahan ini, layanan besar seperti Health+ yang sempat dirumorkan tidak akan hadir dalam bentuk awal yang diprediksi sebelumnya. Sebaliknya, pengguna dapat mengharapkan serangkaian peningkatan kecil yang melibatkan kecerdasan buatan secara bertahap dalam aplikasi Health serta integrasi Siri dengan kemampuan menjawab pertanyaan kesehatan yang lebih canggih di masa mendatang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Sebut Pemberantasan Korupsi Diganggu Kelompok Garong
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
[FULL] Peneliti Pukat UGM Bicara soal Tren Emas Jadi Alat Suap, Apa Modusnya?
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
MUI Apresiasi Rencana Prabowo Bangun Gedung 40 Lantai di Bundaran HI
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Update Harga HP Vivo Februari 2026: Fokus pada Inovasi Kamera dan Penyesuaian Harga Strategis
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Serba-serbi HUT Ke-18 Gerindra, Pesan Prabowo hingga Karangan Bunga dari Megawati
• 12 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.