Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, menunggu sisa uang sering kali berarti menunda masa depan finansial itu sendiri.
Menurut Certified Financial Planner Melvin Mumpuni, kebiasaan menempatkan investasi sebagai pilihan terakhir bukan terjadi tanpa sebab. Pola tersebut terbentuk sejak lama dan terbawa hingga dewasa, bahkan saat seseorang sudah memiliki penghasilan tetap. Kenapa Investasi Selalu dari Uang Sisa? Melvin menjelaskan bahwa kebiasaan finansial masyarakat Indonesia banyak dipengaruhi oleh nasihat yang diterima sejak kecil.
“Tau nggak kenapa orang Indonesia kalau menabung atau investasi itu selalu dari uang sisa? Jadi gini, kapan sih kita pernah denger pertama kali sisanya ditambung? Jawabannya adalah waktu kecil ya, jadi ternyata nasihat keuangan dari orang tua kita yang jaman dulu, eh deh kalau kamu punya uang jangan boros-boros, hemat-hemat sisanya kita tabung. Jadinya sekarang kita perbiasanya yang punya uang sisanya ditabuh," jelas Melvin dikutip Sabtu, 7 Februari 2026.
Pola “menabung dari sisa” ini akhirnya tertanam kuat dan menjadi default dalam pengelolaan keuangan, termasuk saat seseorang mulai mengenal investasi.
Baca juga: Tips Cerdas Kelola Investasi di Tengah Volatilitas Pasar Modal Ubah pola, investasi di awal, bukan di akhir Padahal, menurut Melvin, kebiasaan tersebut bisa diubah dengan membangun habit baru dalam mengelola uang.
“Padahal kita bisa lho melakukan atau membuat habit baru, contohnya apa? Begitu punya uang kita invest, sisanya dibelanjain," tuturnya.
Pendekatan ini menempatkan investasi sebagai prioritas, bukan sekadar opsi jika masih ada dana tersisa. Dengan begitu, investasi menjadi bagian dari rutinitas bulanan, sama seperti membayar kebutuhan pokok. Investasi yang berhasil itu konsisten Melvin menegaskan bahwa kunci investasi bukan terletak pada besar kecilnya nominal, melainkan konsistensinya.
“Nah, oleh seperti itu, investasi yang berhasil kalau menurut saya bukan investasi yang sesekali," ujarnya.
Ia mengibaratkan investasi seperti pola hidup sehat. Tanpa konsistensi, hasilnya sulit terlihat.
Menurut Melvin, investasi yang dijadikan kebiasaan akan berjalan lebih stabil dan berkelanjutan dibandingkan investasi yang hanya dilakukan sesekali saat ada dana lebih.
Dengan menjadikan investasi sebagai bagian dari gaya hidup, keputusan finansial menjadi lebih terarah. Bukan lagi soal menunggu sisa uang, melainkan membangun masa depan secara disiplin dan konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)




