Liputan6.com, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan bakal mampu mengurangi emisi karbon hingga 2.927.250 ton CO₂e. Penurunan emisi ini diyakini bisa tercapai karena beralihnya penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi massal berbasis listrik.
“Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO₂e, melalui penurunan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi,” kata Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Dian Takdir dalam keterangan tertulis, diterima Sabtu (7/2/2026).
Advertisement
Selain mendukung upaya pengurangan emisi, Jakpro juga mengembangkan LRT Jakarta sebagai bagian dari sistem transportasi terintegrasi. Salah satunya melalui pembangunan Stasiun Manggarai LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai, yang dirancang terhubung dengan berbagai moda transportasi utama, seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, dan TransJakarta.
Dian menyampaikan, integrasi antarmoda tersebut diharapkan mampu mendorong pergerakan aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal secara lebih optimal. Akses yang semakin baik diyakini dapat membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat nilai ekonomi kawasan Manggarai tanpa mengubah karakter sosial dan aktivitas warganya.


