Orkestrasi Nasional dan Komdigi yang Kuat jadi Fondasi Transformasi Digital Indonesia

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Transformasi digital pemerintahan bukan sekadar memindahkan layanan ke kanal daring. Ia adalah pekerjaan negara untuk membangun kesatuan data, koordinasi lintas kementerian/lembaga, serta ketahanan dan keamanan digital sebagai fondasi layanan publik dan daya saing dunia usaha.

Hari ini, problem utamanya bukan kekurangan aplikasi, melainkan kekurangan orkestrasi. Fragmentasi sistem, tumpang tindih platform, standar data yang tidak seragam, dan lemahnya tata kelola sekuriti membuat digitalisasi berjalan cepat, tetapi tidak kokoh.

Di sinilah Indonesia membutuhkan desain kelembagaan yang tegas, berimbang, dan saling mengunci.

Mengapa Orkestrasi dan Governance Menjadi Kunci?

Tanpa orkestrasi nasional yang kuat, transformasi digital akan berhenti pada proyek sektoral:

• layanan publik tidak terintegrasi,

• data tidak dapat saling digunakan,

• kebijakan digital berjalan sendiri-sendiri,

• dan risiko kebocoran serta gangguan sistem semakin besar.

Padahal, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa orkestrasi yang solid dan institusi pengampu yang kuat mampu menghasilkan dampak nyata, antara lain:

• percepatan proses layanan publik secara signifikan (puluhan persen lebih cepat dibanding proses manual),

• pengurangan biaya operasional pemerintah melalui penghapusan duplikasi sistem,

• peningkatan transparansi dan akuntabilitas layanan,

• serta peningkatan kepercayaan publik.

Yang tidak kalah penting, tata kelola digital yang baik selalu meletakkan keamanan (security) sebagai pilar utama. Infrastruktur digital pemerintahan hari ini sudah menjadi bagian dari infrastruktur kritikal nasional. Gangguan sistem layanan, kebocoran data kependudukan, atau serangan terhadap platform pelayanan publik bukan lagi isu teknis, melainkan isu ketahanan negara.

Arsitektur Lembaga: Siapa Melakukan Apa

Agar transformasi digital tidak kembali terjebak pada fragmentasi, pembagian peran antarlembaga harus dirancang secara eksplisit dan mengikat.

1. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB)

KemenPANRB perlu diposisikan sebagai diamond presidential body dalam transformasi digital pemerintahan.

Artinya, KemenPANRB berfungsi sebagai simpul strategis di bawah Presiden untuk:

• mengorkestrasi transformasi sumber daya manusia aparatur,

• menata dan menyelaraskan kelembagaan digital lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah,

• menyatukan proses bisnis birokrasi digital,

• serta mengawal konsistensi reformasi tata kelola layanan publik.

Tanpa orkestrasi terhadap manusianya, struktur organisasinya, dan proses kerjanya, teknologi tidak akan pernah benar-benar mengubah wajah birokrasi.

2. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)

Komdigi harus ditegaskan sebagai single national coordinator untuk seluruh aspek infrastruktur digital nasional.

Peran Komdigi tidak boleh berhenti pada pengelolaan sektor komunikasi, tetapi harus meluas sebagai pengampu fondasi digital negara, yang mencakup:

Pertama, regulasi dan arsitektur infrastruktur digital nasional.

Mulai dari jaringan, pusat data, cloud pemerintah, platform bersama, hingga standar interoperabilitas dan pertukaran data.

Kedua, standar dan kebijakan keamanan infrastruktur digital.

Bukan hanya keamanan aplikasi, tetapi ketahanan jaringan, pusat data, dan sistem pendukung layanan publik nasional.

Ketiga, konsolidasi ekosistem infrastruktur digital lintas kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah.

Di titik ini, Komdigi juga perlu melakukan koreksi kebijakan yang selama ini jarang disentuh secara terbuka, yaitu struktur PNBP sektor digital dan telekomunikasi.

PNBP yang terlalu tinggi berisiko:

• menekan investasi infrastruktur,

• melemahkan industri penunjang utama (jaringan, data center, sistem, perangkat),

• dan pada akhirnya mematikan industri penunjang tersier seperti integrator, penyedia layanan digital, serta startup teknologi.

Jika Indonesia ingin memiliki ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing, maka logika kebijakan PNBP harus digeser dari sekadar optimalisasi penerimaan jangka pendek menuju penguatan industri jangka panjang.

3. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

BSSN memegang peran sentral dalam:

• keamanan siber pemerintahan,

• perlindungan infrastruktur informasi kritikal,

• serta standar ketahanan siber nasional.

Peran BSSN harus terintegrasi secara sistemik dengan desain infrastruktur oleh Komdigi dan orkestrasi kelembagaan oleh KemenPANRB.

4. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas

Bappenas memastikan bahwa transformasi digital menjadi bagian dari:

• agenda pembangunan nasional,

• indikator kinerja lintas sektor,

• serta reformasi struktural jangka panjang.

5. Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Kementerian Keuangan memegang peran penting dalam:

• pembiayaan transformasi digital pemerintahan,

• reformasi PNBP sektor digital,

• dan penyelarasan insentif fiskal bagi industri infrastruktur serta ekosistem teknologi nasional.

Apa yang Bisa Dicapai Bila Orkestrasi Berjalan dan Komdigi Diperkuat

Bila orkestrasi nasional berjalan dengan benar dan Komdigi mampu menjalankan peran sebagai tulang punggung infrastruktur digital, maka horizon dampaknya sangat luas.

Untuk layanan publik

• Layanan lintas sektor—kependudukan, kesehatan, bantuan sosial, perizinan, pendidikan, hingga pajak—dapat berbasis satu ekosistem data nasional.

• Proses layanan menjadi jauh lebih cepat, transparan, dan minim tatap muka.

• Pemerintah dapat bergerak menuju data-driven governance, di mana perencanaan, penganggaran, dan evaluasi program berbasis data terintegrasi, bukan sekadar laporan sektoral.

Untuk dunia usaha

• Perizinan menjadi lebih cepat, pasti, dan konsisten.

• Integrasi data antarlembaga mengurangi biaya transaksi dan biaya kepatuhan.

• Kepastian standar sistem dan keamanan digital meningkatkan kepercayaan investor, khususnya pada sektor digital, industri berteknologi tinggi, pariwisata, kesehatan, dan logistik.

Untuk ketahanan nasional

• Infrastruktur digital pemerintahan menjadi lebih tangguh terhadap serangan siber.

• Perlindungan data warga negara menjadi bagian dari arsitektur nasional, bukan sekadar kebijakan internal kementerian.

Dengan desain yang tepat, transformasi digital bukan hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dan daya saing nasional.

Dua Pilar yang Harus Berdiri Sejajar

Indonesia berada di persimpangan penting. Ekonomi digital terus tumbuh, tetapi tanpa fondasi orkestrasi dan tata kelola yang kuat, potensi tersebut akan tergerus oleh fragmentasi kebijakan, lemahnya integrasi data, dan meningkatnya risiko keamanan.

Karena itu, penguatan Komdigi sebagai pengampu utama infrastruktur digital nasional harus berjalan seiring dan setara dengan penguatan KemenPANRB sebagai diamond presidential body yang mengorkestrasi manusia, kelembagaan, proses birokrasi, dan tata kelola transformasi digital pemerintahan.

Komdigi membangun dan mengamankan fondasi digitalnya.

KemenPANRB menggerakkan mesin birokrasinya.

Keduanya bukan saling menggantikan, melainkan harus berdiri sejajar sebagai dua pilar utama transformasi digital negara.

Tanpa Komdigi yang kuat, Indonesia tidak memiliki tulang punggung infrastruktur dan keamanan digital nasional.

Namun tanpa KemenPANRB yang kuat, teknologi tidak akan pernah benar-benar mengubah cara negara bekerja.

Orkestrasi nasional yang tegas, dengan Komdigi dan KemenPANRB sebagai dua pilar imbang di bawah kepemimpinan Presiden, bukan sekadar agenda administratif melainkan strategi negara untuk mempercepat layanan publik, memperkuat dunia usaha, dan membangun ketahanan digital Indonesia di tengah kompetisi global.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pandji Pragiwaksono Akui Pemeriksaan di Polda Metro Jaya Berjalan Lancar, Sempat Bercanda dengan Polisi
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gempa M6,4 Guncang Pacitan, BNPB: 224 Jiwa Terdampak di Tiga Provinsi
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Jelang Ramadan, Legislator Depok Ini Pastikan Penyaluran MBG Tetap Normal Sesuaikan Jenis Makanan
• 14 jam lalueranasional.com
thumb
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Januari-Maret 2026: Simak Aturan Baru, Cek Status KKS Anda!
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Bikin Gol Lawan Malut United, Saddil Ramdani Langsung Tatap Duel Persib vs Ratchaburi FC
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.