PANDEGLANG, iNews.id - Jumlah angka anak putus sekolah di Kabupaten Pandeglang, Banten kian memprihatinkan. Data terbaru Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) mencatat sebanyak 42.415 anak masuk kategori tidak sekolah pada awal tahun ajaran baru 2026.
Jumlah tersebut mencakup anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya, hingga siswa yang terancam putus sekolah.
Pelaksana Tugas Sekretaris Disdikpora Pandeglang, Nono Suparno, membenarkan tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pandeglang tersebut.
“Kami mencatat total anak tidak sekolah mencapai 42.415 orang. Faktor utamanya ekonomi, sosial dan kondisi keluarga,” ujarnya dikutip dari iNews Pandeglang, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, tekanan ekonomi keluarga menjadi faktor dominan yang membuat anak-anak tidak dapat melanjutkan pendidikan. Selain itu, persoalan sosial dan minimnya dukungan lingkungan turut memperbesar risiko putus sekolah.
Kondisi ekonomi keluarga yang lemah membuat sebagian anak terpaksa membantu orang tua bekerja. Situasi ini berdampak langsung pada keberlanjutan pendidikan mereka.
Selain faktor ekonomi, dinamika keluarga seperti perceraian, kurangnya pengawasan, hingga rendahnya kesadaran pentingnya pendidikan juga menjadi pemicu meningkatnya angka ATS di Pandeglang.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Untuk menekan angka anak putus sekolah, Disdikpora Pandeglang bersama pemerintah daerah dan pihak sekolah kini melakukan validasi data secara menyeluruh.
Langkah ini bertujuan memastikan data ATS akurat sehingga intervensi yang diberikan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga tengah menyusun strategi agar anak-anak bisa kembali mengakses pendidikan formal maupun nonformal.
Pemda berharap upaya tersebut dapat menekan angka putus sekolah secara bertahap. Pendidikan dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Pandeglang.
Original Article

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F29%2Fcb86ddbeed0cdfd3d270abed2252c9fc-20260129TOK8.jpg)

