Komunitas Tari Seputi, Jadi Wadah Ibu-Ibu Belajar dan Melestarikan Tarian Tradisional

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Di tengah kuatnya arus budaya modern dan globalisasi, mulai dari tren Korea hingga Eropa, sekelompok perempuan memilih tetap setia melestarikan tari tradisional Indonesia. Mereka tergabung dalam komunitas tari Seputi, sebuah komunitas tari yang beranggotakan perempuan berusia 40 tahun ke atas.

Pantang disebut lansia, para anggota komunitas tari Seputi tetap lincah bergerak mengikuti irama dan gerak tari tradisional. Komunitas ini resmi dibentuk pada 2025, berawal dari pertemuan kembali para anggotanya yang sejak kecil pernah belajar menari di sebuah sanggar bernama Putih Melati.

Puluhan tahun berlalu, para penari cilik itu kini telah menjadi ibu rumah tangga dan perempuan karier. Rasa rindu untuk berkarya dan berkontribusi dalam menjaga warisan budaya akhirnya menyatukan mereka kembali dalam satu wadah bernama Seputi.

Berbeda dengan sanggar tari pada umumnya, komunitas tari Seputi tidak diisi oleh remaja belia. Justru, komunitas ini menjadi ruang bagi perempuan dewasa untuk tetap belajar, berkarya, dan menari, sekaligus membuktikan bahwa seni tidak mengenal batas usia.
  Baca juga: Metro Community: Ajak Masyarakat Tingkatkan Kesadaran Pilah Sampah
Berakar pada tari Melayu, komunitas tari Seputi juga menguasai berbagai tarian daerah lain seperti Betawi, Jawa, Sunda, Aceh, Minangkabau, hingga Kalimantan. Hal ini karena para anggotanya aktif berkolaborasi dengan berbagai sanggar, baik di dalam maupun luar negeri.

Ketua komunitas tari Seputi, Nina Sakinah menjelaskan bahwa latihan rutin digelar setiap Minggu kedua dan keempat. Komunitas ini juga membuka pendaftaran bagi perempuan yang ingin bergabung, termasuk bagi mereka yang belum pernah menari sama sekali.

“Tujuan kami sederhana, agar budaya tari tradisional ini tidak lekang oleh zaman. Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin belajar dan berkontribusi,” ujarnya.

Komunitas tari Seputi juga aktif tampil di berbagai pentas seni dan festival, menjadikan tari tradisional tetap hidup dari generasi ke generasi. Bagi mereka, menari bukan sekadar gerak tubuh, tetapi juga cara menjaga identitas budaya Indonesia.

Bagi perempuan yang ingin mencoba menari di usia tak lagi muda, komunitas tari Seputi membuka pintu lebar. Karena bagi mereka, belajar dan berkarya tak pernah mengenal kata terlambat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Tuduhan Korupsi dan Penculikan Ditolak, Presiden Filipina Lolos dari Pemakzulan
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Jadwal Final Piala Asia Futsal 2026 Hari Ini Indonesia vs Iran: Saatnya Garuda Juara!
• 15 jam lalugenpi.co
thumb
Link Live Streaming Final Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Vs Iran
• 2 jam lalubola.com
thumb
Ketua dan Waka PN Depok Kena OTT KPK, Ketua MA: Tak Ada Belas Kasihan
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.