Trump tetapkan strategi baru penjualan senjata AS

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif terkait strategi baru transfer senjata yang menetapkan prioritas bagi mitra Washington yang telah berinvestasi dalam pertahanan mereka sendiri.

Dalam perintah eksekutif yang dipublikasikan Gedung Putih pada Jumat, Trump menyatakan bahwa untuk mempertahankan dominasi militer dan keunggulan teknologi AS, diperlukan penerapan Strategi Transfer Senjata America First.

Strategi itu disebut sebagai yang pertama dari jenisnya dan bertujuan memastikan penjualan senjata di masa depan mengutamakan kepentingan AS dengan memanfaatkan pembelian dan modal asing untuk memperkuat produksi serta kapasitas dalam negeri.

Melalui strategi baru tersebut, AS berencana menggunakan pembelian dari luar negeri guna mendukung reindustrialisasi domestik dan memperluas kapasitas produksi.

Perintah eksekutif itu juga menyebutkan bahwa, sejalan dengan Perintah Eksekutif Nomor 14268 tertanggal 9 April 2025 tentang reformasi penjualan pertahanan luar negeri untuk meningkatkan kecepatan dan akuntabilitas, AS akan memprioritaskan penjualan dan transfer senjata kepada mitra yang telah berinvestasi dalam kemampuan pertahanan sendiri, memiliki peran atau posisi geografis yang krusial dalam rencana dan operasi AS, atau berkontribusi terhadap keamanan ekonomi Washington.

Trump merinci bahwa dalam waktu 120 hari sejak diterbitkannya perintah eksekutif tersebut, Menteri Perang Pete Hegseth, berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, harus menyerahkan katalog penjualan berisi platform dan sistem prioritas yang akan didorong untuk dibeli oleh sekutu dan mitra AS.

Trump sebelumnya berulang kali menuding Eropa tidak berbuat cukup untuk mempertahankan diri. Ia mengkritik para sekutu Eropa Washington karena dinilai terlalu sedikit mengalokasikan anggaran pertahanan dan menuntut agar belanja pertahanan dinaikkan hingga 5 persen dari produk domestik bruto.

Pada KTT NATO di Den Haag, Juni lalu, negara-negara sekutu sepakat menaikkan target belanja pertahanan menjadi 3,5 persen, dengan tambahan 1,5 persen dialokasikan untuk bidang terkait, seperti keamanan siber dan infrastruktur jalan strategis.

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte menyatakan pada akhir bulan lalu bahwa Uni Eropa belum mampu mempertahankan diri tanpa bantuan dari AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: AS dorong sekutunya belanja militer lima persen PDB

Baca juga: Pakar: Anggota NATO khawatirkan potensi unilateralisme AS


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi V DPR RI, BBWS, Pemkot kolaborasi tata kota Makassar
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Hector Souto Tak Tertekan Jelang Final, Sebut Pelatih Spanyol Adalah Momok Iran
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Bukan Pemain Diaspora, Pengamat Bongkar Bintang Timnas Indonesia yang Berpeluang Pulang ke Super League: Musim Depan
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Sanitasi Warga Jelambar Memprihatinkan, 58 KK Masih Buang Air Sembarangan
• 22 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.