SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia diduga menculik bayi berusia 2 bulan.
Pelaksana tugas (Plt) Satreskrim Polres Tasikmalaya Ipda Agus Yusuf Sunarya mengatakan, anggotanya menerima laporan atas penculikan bayi berusia 2 bulan setelah ibu kandungnya berinisial WR meletakkannya di atas lantai Masjid Agung Singaparna. Atas laporan tersebut, Polres Tasikmalaya membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
"Kami mendapat laporan ibu kandung dari bayi telah melaporkan penculikan dilakukan seorang pria yang baru dikenal melalui media sosial (medsos). Pelaku pergi menaiki bus, karena mengancam akan melemparkan bayi milik WR hingga ibu kandungnya tak bisa berbuat banyak dan melaporkan ke Polres Tasikmalaya," katanya, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga : Pelaku Rencanakan Membunuh Bos Ayam Goreng di Bekasi selama Tiga Hari
Agus mengatakan, pengejaran terhadap pelaku dilakukan tim khusus dan berhasil menangkapnya di Kabupaten Cianjur yang menjadi tempat persembunyian terduga pelaku. Namun, pelaku sempat berdalih karena bayi itu anaknya. Proses diinterogasi dilakukan dan W mengaku bayi tersebut dititipkan kepada kakaknya.
"Kami berhasil menangkap terduga pelaku dan membawa bayi berusia 2 bulan menuju Kabupaten Tasikmalaya. Karena bayi yang diculik pelaku dititipkan kepada kakak kandungnya meski bersangkutan berkelit dan menunjukkan bayi berada di suatu rumah kontrakan," ujarnya.
Menurutnya, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap seorang terduga pelaku karena motif yang dilakukan meski kondisi bayi dalam keadaan sehat hingga langsung dipertemukan dengan ibunya. Namun, laporan yang dilakukan WD ke Polres Tasikmalaya menunjukkan lokasi persembunyian terduga pelaku di Kabupaten Cianjur.
"Kami masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap seorang pelaku penculikan bayi laki-laki berusia 2 bulan dan akan mengungkap semuanya. Korban baru mengenal pelaku melalui medsos. Motif tersebut apakah pelaku itu ingin memiliki bayi atau seperti apa belum jelas," paparnya. (I-2)



