REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto, menyoroti besarnya potensi dana umat yang dapat dihimpun melalui pengelolaan terintegrasi dengan jumlah mencapai Rp 500 triliun per tahun. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam agenda pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2025–2026,
"Saya diberi laporan oleh Menteri Agama, kalau dana umat semua dikelola dengan baik, itu bisa jumlahnya itu minimal Rp500 triliun satu tahun," kata Prabowo di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu.
KPK: Pemilik PT Blueray Cargo, John Field, Menyerahkan Diri
Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter di Bundaran HI untuk Gedung MUI
Dalam taklimatnya, Presiden menyampaikan rencana pembentukan lembaga pengelolaan dana umat yang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi tersebut.
Menurut Presiden, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan besar bagi kemajuan bangsa apabila dikelola secara profesional dan akuntabel.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan umara sebagai fondasi kebangkitan Indonesia.
Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui musyawarah dan mufakat.
Di akhir sambutannya, Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus MUI dan mengucapkan selamat bekerja kepada jajaran MUI periode 2025–2030. "Saya ucapkan selamat bekerja Majlis Ulama Indonesia, selamat berkhidmat untuk bangsa umat dan seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)