TABLOIDBINTANG.COM - Nama besar Mariah Carey kini identik dengan deretan lagu legendaris dan pencapaian luar biasa di industri musik dunia.
Namun siapa sangka, di balik gemerlap kesuksesan itu, sang diva pernah berada di titik terendah yang nyaris membuatnya kehilangan aset paling berharga.
Mariah Carey mengenang masa sulit tersebut saat hadir dalam acara Billboard Power 100 yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat.
Di hadapan para petinggi industri musik, pelantun Always Be My Baby itu membuka kisah kelam di awal perjalanan kariernya, ketika karya-karyanya belum mendapat tempat di hati pendengar.
Mariah mengaku pernah berada dalam kondisi terdesak secara finansial hingga hampir melepas seluruh hak atas katalog lagu miliknya.
Nilainya pun terbilang sangat kecil untuk ukuran sekarang, hanya sekitar 5.000 dolar AS atau setara Rp 78 juta.
“Saat itu saya benar-benar berada di posisi sulit. Saya hampir menjual hak penerbitan lagu saya dengan harga yang sangat murah,” ungkap Mariah Carey.
Keputusan untuk bertahan dan tidak jadi menjual aset tersebut terbukti menjadi salah satu langkah paling menentukan dalam hidupnya.
Pasalnya, setelah melewati masa itu, Mariah Carey justru melahirkan banyak karya hit yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu diva terbesar sepanjang masa.
Pengakuan tersebut disampaikan Mariah saat memperkenalkan Jody Gerson, Chairman sekaligus CEO Universal Music Publishing Group (UMPG), yang didapuk sebagai Executive of the Decade.
“Saya sering berpikir, seandainya dulu ada sosok seperti Jody yang melindungi saya, situasi itu mungkin tak akan sejauh ini,” kata Mariah Carey, dikutip dari Billboard, Minggu (1/2).
Kini, sebagai salah satu artis di bawah naungan UMPG, Mariah Carey mengaku jauh lebih tenang karena karya-karyanya berada di tangan yang tepat. Di bawah kepemimpinan Jody Gerson, pendapatan penerbitan UMPG bahkan dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat.
Tak hanya soal bisnis, Gerson juga dikenal vokal memperjuangkan nilai sebuah karya musik serta aktif dalam berbagai gerakan sosial, termasuk She Is the Music dan advokasi kesehatan mental melalui Project Healthy Minds.


