TANGERANG, KOMPAS.com – Massa Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) membubarkan diri setelah menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Metro Tangerang Kota, Sabtu (7/2/2026) sore.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai meninggalkan Jalan Perintis Kemerdekaan secara tertib sekitar pukul 15.15 WIB.
Pembubaran terjadi setelah perwakilan massa diterima Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari dan menggelar doa bersama. Sejumlah perwakilan GP Ansor dan Banser, termasuk Rida yang menjadi korban dugaan penganiayaan, terlihat masuk ke dalam Mapolres.
Sementara itu, massa lainnya membubarkan diri dengan long march menuju Taman Gajah Tunggal sambil menyanyikan “Yalal Wathon”.
Baca juga: Banser Minta Bahar bin Smith Segera Ditangkap, Polisi: Semua Ada Prosesnya
Iring-iringan massa yang berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor membuat arus lalu lintas di kawasan Cikokol, khususnya Jalan Perintis Kemerdekaan, mengalami kepadatan.
Ruas jalan yang sebelumnya ditutup total mulai dibuka perlahan, tetapi lalu lintas masih padat merayap. Antrean kendaraan terlihat dari deretan ruko TangCity Business Park hingga ke arah Jalan Moch Yamin.
Mobil pribadi, angkutan umum, dan kendaraan bak terbuka bercampur dengan sepeda motor peserta aksi yang hendak pulang. Petugas kepolisian lalu lintas tampak mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di persimpangan.
Sebelum membubarkan diri, Ketua PC GP Ansor Tangerang Midyani menegaskan aksi dilakukan untuk memberi dukungan moral kepada kepolisian agar menjalankan proses hukum secara tegas.
"Saya pastikan acara hari ini atau aksi hari ini tidak akan ada keributan, kericuhan apapun. Kami datang ke sini bukan untuk membuat provokasi tetapi untuk mendukung moral dan morilnya bapak-bapak Polisi," ujar Midyani.
Baca juga: Tak Hadiri Panggilan Pertama, Bahar bin Smith Dipanggil Lagi 11 Februari
Namun, ia menambahkan pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan skala lebih besar jika Bahar bin Smith dan para terduga pelaku penganiayaan tidak dihukum secara adil.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menegaskan akan mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan anggota Banser dan telah menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap Bahar bin Smith pada Rabu (11/2/2026).
"Saya selaku Kapolres Metro Tangerang Kota akan bertanggung jawab penuh terhadap proses penyidikan ini sampai dengan tuntas," tegas Jauhari.
Hingga pukul 15.45 WIB, petugas kepolisian masih bersiaga untuk memastikan arus lalu lintas kembali normal.
Sebelumnya, massa GP Ansor dan Banser menggelar aksi di depan Mapolres Metro Tangerang Kota sejak siang hari. Mereka datang sekitar pukul 13.45 WIB dengan long march dari Taman Gajah Tunggal sambil membawa spanduk dan bendera.
Massa menuntut polisi segera menangkap Bahar bin Smith yang diduga menganiaya anggota Banser.
Baca juga: Massa GP Ansor Tiba di Depan Polres Tangerang Kota, Minta Bahar bin Smith Dipenjara
"Tangkap Bahar, jebloskan ke penjara!" seru massa di sela lantunan shalawat.
Akibat aksi tersebut, Jalan Perintis Kemerdekaan sempat ditutup total dan arus lalu lintas dialihkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



