KAI Ungkap Alasan Buka Stasiun Jatake

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menghadirkan Stasiun Kereta Api Jatake sebagai simpul layanan baru di Kabupaten Tangerang, Banten, untuk mengakomodasi meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah barat Jawa.

Langkah tersebut seiring dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pergerakan harian menuju pusat-pusat kegiatan Jabodetabek, yang mulai dioperasikan sejak 28 Januari 2026.

Baca Juga :
Tips agar Tidak Kehabisan Tiket Kereta Lebaran
Danantara Gaspol KRL Baru, Rute Jakarta-Cikampek dan Sukabumi Siap Tersambung Listrik pada 2026

"Masukan masyarakat di wilayah barat telah kami petakan secara menyeluruh. Kami meresponsnya melalui peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur agar operasional berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Sabtu, 7 Februari 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS pada 2025, wilayah barat Jawa seperti Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Pandeglang, menunjukkan akselerasi aktivitas ekonomi yang dipengaruhi sektor perdagangan, pertanian, serta mobilitas tenaga kerja menuju Jabodetabek.

Kondisi tersebut mendorong peningkatan kebutuhan transportasi publik yang andal, terjadwal, dan terintegrasi. Sejak beroperasi pada 28 Januari hingga 5 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat 7.936 pengguna gate in dan 8.206 pengguna gate out.

Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan akses transportasi rel yang semakin dekat dengan kawasan permukiman dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat.

Peningkatan mobilitas juga tecermin pada kinerja Commuter Line Tanah Abang-Rangkasbitung yang sepanjang 2025 melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dibandingkan 69.999.362 pengguna pada 2024 dan 62.085.471 pengguna pada 2023.

Dalam satu dekade terakhir, kereta api perkotaan semakin berperan menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta.

Penguatan layanan tersebut didukung pengembangan infrastruktur jalur kulon (barat) melalui elektrifikasi lintas Tanah Abang-Rangkasbitung sepanjang 72,8 kilometer yang dilakukan bertahap sejak 2017 hingga 2018.

Selain itu, frekuensi perjalanan Commuter Line Tangerang Line terus ditingkatkan hingga mencapai 122 perjalanan per hari pada 2025.

KAI juga mengoperasikan kereta khusus petani dan pedagang lintas Merak-Rangkasbitung sejak 1 Desember 2025 dengan tarif Rp3.000 per perjalanan.

Hingga 31 Januari 2026, layanan ini telah dimanfaatkan 8.650 pelanggan dengan Stasiun Cikeusal tercatat sebagai stasiun naik-turun tertinggi dan berkontribusi mendukung distribusi hasil produksi serta kelancaran aktivitas ekonomi lokal di wilayah barat Jawa.

Seluruh pengembangan layanan dan penguatan infrastruktur tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, mulai dari tahap perencanaan, penyesuaian sarana, pengujian teknis, hingga operasional, guna memastikan layanan berjalan sesuai standar perkeretaapian nasional.

Baca Juga :
Awas Kehabisan! Tiket Kereta Lebaran Sudah Bisa Dipesan Mulai Hari Ini
Kronologi Aisyah Tewas Tertabrak Kereta Diduga Lompat dari Peron di Stasiun Gondangdia
Banjir di Pekalongan Bikin 108 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rosan Ungkap Proyek Hilirisasi Fase 2 Danantara Maret-April 2026
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terima Audiensi KSBSI, Kapolri Tegaskan Sinergitas untuk Perjuangkan Hak Buruh 
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Jadwal Siaran Langsung Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran: Pelatih Jepang Jagokan Garuda
• 6 jam laluharianfajar
thumb
PPPK RSPAU yang Tewas di Kontrakan Bekasi Dikenal Pendiam
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Sedikit Lagi Eligible Dinaturalisasi, Timnas Indonesia Berpotensi Diperkuat Mesin Assist Eks Kasta Teratas Eropa: Thom Haye Dapat Tandem Maut
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.