Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking di 6 proyek hilirisasi yang bergerak disektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan tersebut senilai Rp 110 triliun.
Chief Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, untuk tahap selanjutnya diperkirakan akan dilakukan pada bulan Maret hingga April 2026.
"Ya kami harapkan nanti di bulan Maret juga ada, di bulan April juga ada, jadi ini secara berkesinambungan kami lakukan secara terus-terus," ujarnya saat ditemui di gedung Wisma Danantara Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Rosan menuturkan, pihaknya akan memastikan proyek-proyek tersebut berjalan dengan baik dan semua program pemerintah dapat terselesaikan dengan cepat.
- Hilirisasi Garam Dimulai di 3 Provinsi, Produksi Tambah 380 Ribu Ton
- 6 Proyek Rp 110 Triliun Danantara Mulai Dibangun, Ini Daftarnya
"Kami kan ini bekerja benar-benar cukup sangat-sangat intens ya. Karena dari kami selalu ingin memastikan bahwa apabila kita memulai groundbreaking ini akan selesai gitu ya. Kita tidak mau hanya groundbreaking tapi kemudian seperti dulu-dulu ada problem penyelesaiannya," jelasnya.
Rosan melanjutkan lebih jauh, pihaknya juga akan melakukan evaluasi yang sangat mendalam, termasuk teknologi yang akan digunakan. "Pak Sigit yang memastikan juga teknologinya itu yang baik, yang benar, yang up to date," ucapnya.
Rosan tidak mengungkapkan secara detail terkait waktu penyelenggaraan groundbreaking selanjutnya. Namun, tidak menutup kemungkinan proyek strategis nasional dapat dilakukan secara bersamaan.
"Jadi itu yang kita lakukan kalau, jadi kita tidak mengejar dari segi, oh minggu depan kita akan groundbreaking lagi. Kami tidak seperti itu, tapi kita lihat, kita kumpulkan dulu proyeknya memang kalau groundbreaking kami inginnya tidak satu-satu, tapi bisa bersamaan," ungkapnya.
"Tapi kami melihat dalam, ya ada beberapa hilirisasi yang sebetulnya sudah kita lihat, akan bisa segera kita lakukan juga," lanjutnya.
Rosa menambahkan, dalam proyek strategis nasional ini telah direncanakan dengan matang. Mulai dari kesiapan teknologi, pangsa pasar, lokasi proyek, hingga pelaku usaha yang menjalankannya.
"Ya tentunya sudah ada ya, fase keduanya sudah ada, tapi kan kita perlu memastikan bahwa nanti ini bisa berjalan dengan cepat, sesuai dengan baik, sesuai dengan rencana dan planning kita ke depannya. Tapi memang walaupun nanti akan, minggu depan sudah bulan puasa ya, tapi itu kita tetap akan bekerja semaksimal mungkin," tutupnya.
(fab/fab)


