Qingdao, VIVA – Langkah tim bulu tangkis putri Indonesia harus terhenti di babak semifinal Kejuaraan Beregu Asia (Badminton Asia Team Championships/BATC) 2026. Berlaga di Conson Gymnasium, Qingdao, China, Sabtu 7 Maret 2026, Indonesia kalah dengan skor 1-3 dari Korea Selatan.
Kekalahan Indonesia dipastikan pada partai keempat melalui sektor ganda putri. Pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti gagal memperpanjang napas tim Merah Putih setelah takluk dari duet Korea Selatan, Lee Seo-jin/Lee Yeon-woo, lewat dua gim langsung dengan skor identik 19-21, 19-21.
Bermain dalam tempo tinggi selama 64 menit, pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia tampil kompetitif dan mampu mengimbangi permainan lawan. Namun, mereka belum mampu keluar dari tekanan pada poin-poin krusial yang menentukan hasil akhir pertandingan.
Pada gim pertama, duel berlangsung sengit sejak awal. Tiwi/Fadia sempat tertinggal dua poin sebelum berhasil menyamakan kedudukan. Kedua pasangan terus saling kejar angka hingga Lee/Lee unggul tipis 11-10 saat interval. Selepas jeda, Tiwi/Fadia beberapa kali memanfaatkan kesalahan lawan untuk mendekat, tetapi ketenangan Lee/Lee di fase akhir gim membuat pasangan Korea Selatan menutup gim pertama dengan kemenangan 21-19.
Memasuki gim kedua, Tiwi/Fadia tampil lebih agresif dan sempat memimpin setelah merebut tiga poin beruntun. Namun, reli-reli panjang yang diinisiasi Lee/Lee membuat kedudukan kembali imbang. Pasangan Korea Selatan kemudian mengambil alih kendali dan unggul 11-9 saat interval.
Selepas jeda, Tiwi/Fadia terus berusaha mengejar dan bahkan sempat menyamakan skor menjadi 19-19. Sayangnya, dua poin beruntun yang diraih Lee/Lee memastikan kemenangan gim kedua sekaligus mengakhiri perjuangan Indonesia di semifinal.
Sebelumnya, Indonesia tertinggal lebih dulu setelah tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan kalah telak dari Kim Ga-eun dengan skor 5-21, 4-21. Korea Selatan kemudian memperlebar keunggulan lewat kemenangan ganda putri Baek Ha-na/Kim Hye-jeong atas Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dengan skor 21-14, 21-10.
Indonesia sempat membuka asa melalui kemenangan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi pada partai ketiga. Dhinda tampil solid saat menundukkan Park Ga-eun dua gim langsung 21-14, 21-13. Namun, harapan untuk membalikkan keadaan pupus setelah kekalahan Tiwi/Fadia di partai keempat.




