tvOnenews.com - Generasi muda, khususnya mahasiswa Betawi, didorong untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan kota dan tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri. Pesan tersebut mengemuka dalam acara pengukuhan Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, yang dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, organisasi kemasyarakatan, serta para sesepuh Betawi.
Pengukuhan ini sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Renvino Akbar sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi periode 2026–2028. Kepengurusan tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda Betawi yang adaptif, berdaya saing, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan Jakarta menuju kota global.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta, Matsani, mengajak para mahasiswa Betawi untuk menjaga sekaligus mengembangkan budaya agar tetap relevan di tengah arus modernisasi. Ia menegaskan bahwa warisan nilai dari para orang tua Betawi harus menjadi semangat dalam mengangkat harkat dan martabat masyarakat.
“Saya bersyukur lahir dan besar di lingkungan Betawi. Berkat doa, dukungan, dan bimbingan banyak pihak, saya masih dapat mengabdi untuk Jakarta. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan Betawi terus memberi kontribusi nyata bagi kota ini,” ujarnya.
Menurut Matsani, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat untuk berkembang. Kesempatan tersebut harus diisi dengan kerja nyata — tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mendorong inovasi.
Terlebih, Jakarta akan memasuki usia lima abad pada 2027. Momentum bersejarah ini menjadi panggilan bagi masyarakat Betawi untuk menunjukkan kontribusi terbaiknya bagi masa depan kota.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di kampung sendiri. Kita harus menjadi tuan rumah, pengelola, dan bagian penting dari kemajuan Jakarta,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, menekankan pentingnya persatuan dan tanggung jawab bersama dalam membawa Betawi ke panggung yang lebih luas.
“Bumi dan dunia kini berada di hadapan kita, dan tanggung jawab itu ada pada kita semua — baik secara pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakat. Saya meyakini bahwa para pengurus dan seluruh unsur komunikasi bukan hanya mampu berbicara kepada dunia, tetapi juga mampu menyuarakan Jakarta, bahkan hingga ke tingkat global,” kata Fauzi Bowo.



