Jepara: Dinas Kesehatan (Dinkes) Jepara, Jawa Tengah mencatat 13 warga terserang penyakit leptospirosis. Penyakit itu muncul usai banjir yang melanda Jepara sejak awal Januari 2026.
Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan bakteri Leptospira dan ditularkan melalui urine hewan terinfeksi, terutama tikus. Penularan dapat terjadi melalui air, lumpur, tanah, atau makanan yang terkontaminasi, kondisi yang umum ditemukan di lingkungan pascabencana
"Leptospirosis kali ini memang menjadi perhatian kami, karena kasusnya cukup tinggi setelah banjir. Bahkan ada tiga pasien yang meninggal dunia," kata Kepala Dinkes Jepara, Hadi Sarwoko, Sabtu, 7 Februari 2026.
Pemukiman warga di Sowan Kidul yang terendam banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani
Dia mengungkap penderita leptospirosis tersebar di berbagai Kecamatan, mulai dari Kedung, Pecangaan, Kalinyamatan, Welahan, Jepara Kota, Kembang, Donorojo, dan Tahunan.
"Yang kami terima itu laporan dari RSUD RA Kartini, RSUD Rehatta, dan RS Graha Husada. Kami belum menerima adanya pasien dari rumah sakit lain," ujar Hadi Sarwoko.
Baca Juga :
Gjala penyakit ini meliputi demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri otot betis, mata merah, lemas, menggigil, serta dapat menyebabkan gagal ginjal atau organ, jika tidak diobati dengan antibiotik yang tepat. Dengan banyaknya kasus ini, Hadi mengimbau masyarakat agar selalu berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga lingkungan tempat tinggal dan saluran air.
"Saat banjir, hindari kontak dengan tanpa alat pelindung, gunakan selalu sepatu boots dan sarung tangan. Jangan lupa tutup luka," pesan Hadi.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/1592251/original/098062600_1494590046--mayat.jpg)