“Bukan Cinta Galih/Ratna”: Musikal Penuh Romansa, Komedi, dan Twist Emosional di Panggung TIM

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Musikal “Bukan Cinta Galih/Ratna” resmi dipentaskan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Sabtu, 7 Februari 2026, dengan membawa angin segar bagi teater musikal Indonesia lewat pendekatan romansa dan komedi yang dipadukan secara cerdas dan menghibur.

Diproduksi oleh Kinarya GSP bersama Sthana Pentas 6, musikal ini menampilkan pertunjukan dua kali dalam sehari, yakni pukul 15.30 WIB dan 19.30 WIB.

Musikal ini merupakan adaptasi bebas dari kisah cinta legendaris Galih dan Ratna, namun hadir dalam narasi baru yang dikemas dengan gaya Broadway dan nuansa kekinian.

Romansa dan Komedi dalam Cerita Remaja Bernuansa Nostalgia

Sutradara sekaligus penulis naskah, Mikail Edwin Rizki, menyebut musikal ini menghadirkan perpaduan genre romansa dan komedi, lengkap dengan momen awkward yang khas remaja.

“Ketika romance dan komedi itu bersatu, timbullah momen canggung, momen awkward gitu, itu bakal banyak banget nanti yang kemungkinan bakal jadi gelisah entar kalau nonton,” ungkapnya.

Cerita bermula dari Ratna dewasa dan teman-temannya yang mengenang kembali masa SMA di sekolah fiktif Sthana 6, termasuk kisah cintanya dengan Galih.

Latar sekolah menjadi panggung dinamika remaja: pertemanan, tingkah guru, dan kisah manis pahit pertama kali jatuh cinta.

Konflik klasik seperti penolakan ayah Ratna terhadap hubungan mereka tetap ada, namun disajikan dengan sentuhan humor dan kejutan yang membuat cerita terasa segar.

Chemistry, Musik, dan Gaya Bahasa Jadi Kekuatan

Salsha Indradjaja sebagai Ratna dan Xavier El Masrur sebagai Galih tampil menonjol dalam membangun chemistry emosional dan dialog yang dekat dengan bahasa anak muda masa kini.

Bahasa yang digunakan terasa ringan dan akrab, ditambah humor-humor ringan yang mencairkan suasana tanpa mengurangi kedalaman emosi.

Musik menjadi salah satu elemen penting dalam penceritaan.

Lagu-lagu karya Guruh Sukarno Putra seperti “Galih dan Ratna”, “Puspa Indah”, “Gita Cinta”, “Keranjingan Disko”, “Anak Jalanan”, dan “Jenuh” digunakan untuk menguatkan emosi dan membangun atmosfer yang mendalam.

Lebih dari Sekadar Cinta

“Bukan Cinta Galih/Ratna” bukan hanya soal romansa dua remaja, tetapi juga menggambarkan semangat kebebasan, kegelisahan, dan ekspresi anak muda yang ingin didengar.

Dengan alur yang sarat kejutan, musikal ini mengajak penonton tertawa, tersentuh, dan bernostalgia, sekaligus menyajikan refleksi tentang cinta, masa muda, dan pilihan hidup.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ada Woodgate dan Evans, Setan Merah Akan Lahirkan Bek-Bek Hebat
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Foto: KPK Tahan Ketua PN Depok di Kasus Suap Sengketa Lahan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
KY Sesalkan Tindakan Pimpinan PN Depok di Tengah Penguatan Integritas
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Perburuan Liar di Riau: Gajah Mati Tanpa Kepala, Populasinya Tinggal Seribuan
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
KAI Daop 7 Madiun Dorong Pelajar Nganjuk Jadi Mitra Keselamatan Perjalanan Kereta Api
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.