Pembiayaan Emas BCA Syariah Tembus Rp 520 Miliar per Desember 2025

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

BCA Syariah menilai tren kenaikan harga emas yang tinggi menjadi salah satu faktor pendorong pembiayaan emas sepanjang 2025. Perusahaan mencatat pembiayaan emas mencapai Rp 520 miliar per Desember 2025, tumbuh sekitar 238,1 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

“Pembiayaan (emas) kita naiknya 238,1 persen, ya, mencapai angka (Rp) 520 miliar. Jadi sangat besar, sangat tinggi. Apalagi nanti di akhir tahun (2026),” ucap VP Retail and Consumer Business BCA Syariah, Arief Mediadianto, dalam sesi talkshow di BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (7/2).

Untuk kembali mendorong pertumbuhan tersebut, BCA Syariah melakukan sejumlah inisiatif, antara lain dengan mempermudah akses pembiayaan emas. Jika sebelumnya pengajuan pembiayaan harus dilakukan secara luring di kantor layanan, kini nasabah dapat mengaksesnya melalui aplikasi mobile banking BCA Syariah, BSya.

“Kita bekerja sama juga dengan berbagai macam vendor-vendor penyedia emas. Awalnya yang paling populer, kan, hanya Antam, kita kemudian bekerja sama dengan Pegadaian, Galeri 24,” lanjut Arief.

BCA Syariah Targetkan Pembiayaan Sebesar 25 Persen Secara Merata pada 2026

Dari sisi proyeksi, Arief mengatakan pihaknya membidik pertumbuhan pembiayaan yang relatif merata sepanjang 2026, dengan kontribusi masing-masing kuartal, mulai dari kuartal I hingga kuartal IV.

“Sebenarnya secara linear itu kita punya target yang sama, ya, Q1, Q2, Q3 Q4 itu masing-masing kuartal 25 persen. Kontribusi atas pertumbuhan di tahun ini,” sebut Arief.

Untuk segmen consumer, Arief menyatakan pembiayaan emas masih menjadi penopang utama. Hingga Desember 2025, pembiayaan emas berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total pembiayaan konsumer secara yoy.

Sementara pada pembiayaan usaha, Arief mencatat kontribusi terbesar masih berasal dari segmen komersial, termasuk manufaktur dan perdagangan. Pembiayaan kepada segmen usaha kecil dan menengah (SME) tercatat tumbuh 9,7 persen per Desember 2025. Menurutnya, pertumbuhan tersebut dinilai relatif terbatas seiring kondisi ekonomi yang masih volatil dan tingginya risiko.

“Sehingga Bank BCA Syariah sendiri menjaga diri untuk melakukan over ekspansi. Kita melakukan pertumbuhan pembiayaan atau kredit yang lebih hati-hati dari angka tersebut,” kata Arief.

Berdasarkan catatannya, total aset perusahaan tumbuh 15,4 persen secara yoy hingga mencapai Rp 19,2 triliun per Desember 2025. Dari sisi pembiayaan, total pembiayaan BCA Syariah meningkat 23,1 persen yoy menjadi Rp 13,2 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan komersial yang naik 20,3 persen yoy hingga Rp 10,1 triliun. Sementara itu, pembiayaan kepada segmen SME tumbuh 9,7 persen yoy dengan nilai mencapai Rp 946 miliar.

Pada segmen consumer, BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, yakni sebesar 47,1 persen yoy menjadi Rp 2,1 triliun. Selain pembiayaan, dana pihak ketiga (DPK) BCA Syariah juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 17,1 persen yoy menjadi Rp 15,4 triliun sepanjang 2025.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Aksi Heroik yang Berakhir Pilu, Dua Pelajar SD Tewas Tenggelam di Waduk Kelapa Gading
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Sebut Yusril Tokoh Serba Bisa, Gibran: Saya Harus Belajar dari Beliau
• 3 jam lalukompas.com
thumb
HUT ke-18, Gerindra Sulsel Turun Langsung Bantu Warga Miskin
• 22 menit laluterkini.id
thumb
Pabrik Pakan Ayam Terintegrasi Senilai Rp259 Miliar Siap Dibangun di Gorontalo Utara Mulai Maret 2026
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Dikecam Rasis, Trump Hapus Unggahan Meme Obama Monyet tapi Tolak Minta Maaf
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.