Sebut Yusril Tokoh Serba Bisa, Gibran: Saya Harus Belajar dari Beliau

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebutkan bahwa Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan,  Yusril Ihza Mahendra sebagai tokoh serba bisa.

Sebab, Yusril berkiprah di berbagai bidang, mulai dari keagamaan, hukum, tata negara, hingga politik.

Sebagai generasi muda, Gibran mengaku harus banyak belajar dari Yusril.

Baca juga: Wapres Gibran: Siapapun Presidennya, Menterinya Prof Yusril

"Sebagai anak muda, saya harus banyak belajar dari beliau, dari pengalaman-pengalaman beliau. Beliau adalah guru besar hukum tata negara di usia 42 tahun," kata Gibran dalam sambutannya di acara peluncuran delapan buku rekam jejak 70 tahun Yusril, di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Ia kemudian memaparkan rekam jejak Yusril di berbagai era pemerintahan. Mulai dari pendiri Partai Bulan Bintang, Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Menteri Kehakiman dan HAM pada masa Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Lalu Menteri Sekretaris Negara pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hingga kini menjabat Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi siapapun Presidennya, Menterinya Prof. Yusril," seloroh Gibran.

Gibran meyakini, buku perjalanan hidup yang merekam gagasan, pemikiran, dan semangat Yusril selama 70 tahun akan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda.

Baca juga: Wapres Gibran Hadiri Peluncuran Buku 70 Tahun Yusril Ihza Mahendra

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menilai, meski Yusril tumbuh di era mesin tik, pemikiran dan gagasannya tetap relevan hingga era digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Prof. Yusril hidup di era sejak mesin tik. Namun gagasan dan pemikirannya sampai sekarang masih relevan di era digital dan AI. Ini luar biasa, Bapak-Ibu tepuk tangan untuk Prof. Yusril," tutur Gibran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menhut Dorong Kolaborasi Rehabilitasi Mangrove di Kalimantan Utara
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Pandji Pragiwaksono: Saya Ada pada Posisi Tidak Merasa Lakukan Penistaan Agama
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Dunia "Sejengkal" menuju Perang Nuklir Gegara AS-Rusia, China Teriak!
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Kabupaten Cirebon
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Honda Giorno+ Bermesin 125 cc Bergaya Klasik
• 3 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.