Ceramah ini menegaskan bahwa kejujuran bukan hanya konsep agama, tetapi sesuatu yang bisa dan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam rumah tangga.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa seorang mukmin masih mungkin memiliki rasa takut dan sifat pelit.
Namun ada satu sifat yang tidak pernah sejalan dengan iman, yaitu dusta.
Tanpa disadari, kebohongan sering dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari rumah sendiri.
Orang tua mengajarkan kebohongan ringan kepada anak demi menghindari tangisan.
Padahal kebiasaan ini perlahan membentuk karakter dan menanamkan benih kerusakan.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa dusta adalah sumber dari segala kemaksiatan dan kekacauan hidup.
Dalam ceramah ini dijelaskan bahwa dampak dusta tidak hanya terasa di akhirat, tetapi juga langsung terasa di dunia.
Rumah tangga hancur bukan karena kurang cinta, melainkan karena cinta yang dicampur dusta.
Rezeki terasa sempit bukan karena kurang, tetapi karena kejujuran yang disembunyikan.
Kejujuran juga dibahas secara sangat praktis. Orang yang berdusta biasanya tidak nyaman secara batin, sulit menatap mata lawan bicara, gelisah, sulit tidur, dan kehilangan ketenangan.
Karena hati manusia hanya bisa menerima kebenaran. Mata menjadi saksi, karena ia adalah jendela hati.
Orang yang jujur tenang, sedangkan orang yang berdusta selalu resah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa kejujuran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan akan menuntun ke surga, sedangkan dusta akan menuntun kepada kefasikan dan akhirnya ke neraka.
Dusta mungkin terlihat menguntungkan sesaat, namun dampaknya panjang dan merusak.
Ia membalikkan fakta: yang hak menjadi batil, yang batil menjadi hak.
Ceramah ini mengajak kita untuk jujur pada satu tempat yang paling jujur: hati nurani.
Ketika hati gelisah, sulit tidur, dan tidak tenang, sering kali itu bukan karena kelelahan, tetapi karena kejujuran yang ditinggalkan.
Obatnya bukan obat tidur atau penenang, melainkan berani berkata jujur.
Kejujuran memang terasa pahit di awal, bahkan menyakitkan. Namun kepahitan itu sesaat.
Sedangkan dampak dusta panjang dan menghancurkan. Jujur itu menyelamatkan, jujur itu nikmat, dan jujur itu membawa ketenangan.
Semoga kita semua, baik suami, istri, orang tua, maupun anak-anak, dijaga oleh Allah SWT agar termasuk hamba-hamba yang jujur, diberkahi hidupnya, dan diselamatkan imannya.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Penulis : Mukhammad-Rengga-
Sumber : Kompas TV
- kalam hati
- kalam hati kompas tv
- kajian islami
- ceramah agama
- kultum

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495571/original/084915300_1770376638-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_11.22.02__2_.jpeg)

