Strategi Baru Pengelolaan Sampah RI, Inovasi Teknologi dan Riset Berbasis Skala

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Persoalan sampah di Indonesia kini tidak lagi dipandang hanya sebagai masalah teknis pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pemerintah mulai menggeser paradigma dengan mengedepankan pendekatan sains, data, dan sosialisasi masyarakat sebagai pilar utama solusi berkelanjutan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik sampah yang berbeda.

BACA JUGA:Hadiri Peluncuran 8 Buku Yusril Ihza Mahendra, Wapres Apresiasi Pengabdian Lintas Rezim

Oleh karena itu, penerapan teknologi tidak boleh disamaratakan agar tidak terjadi inefisiensi biaya.

Indonesia, sebutnya, memiliki berbagai produk penelitian terkait pengelolaan sampah.

Penelitian tersebut tidak hanya membahas teknologi pengolahan, tetapi juga menganalisis sampah berdasarkan jenjang dan skala.

Misalnya mengukur kapasitas sampah rumah tangga di lingkungan RT dan RW hingga karakter sampah kota-kota besar yang volumenya bisa menembus ribuan ton per hari.

“Dalam satu kota itu ada ukurannya. Waste to energy itu mau dilakukan di beberapa kabupaten yang volumenya di atas 1.000 ton per hari. Kalau skala segitu, maka jenis peralatan yang dibangun tentu berbeda dibandingkan dengan pengolahan sampah rumah tangga di lingkungan,” ujar Mensesneg.

Menurut Prasetyo, penelitian akan digarap serius mengingat setiap kelompok kota tidak selalu memiliki solusi yang sama, meskipun sama-sama menghadapi masalah sampah.

BACA JUGA:164 TKA Tanpa RPTKA Terjaring, Kemnaker Jatuhkan Denda Rp2,17 Miliar ke PT BAP

Pada daerah perkotaan misalnya, tidak bisa menggunakan cara dan solusi yang sama dengan teknologi di second city.

Pendekatan yang seragam, menurutnya, justru berpotensi menciptakan inefisiensi. Terkait biaya beban teknologi yang diterapkan.

Daerah yang memiliki volume sampah relatif kecil akan terbebani biaya teknologi besar.

Di samping itu, kota besar tidak akan tertangani optimal jika hanya mengandalkan pengolahan skala komunitas. Maka penelitian ini bersifat menyeluruh untuk wilayah yang akan disasar secara detail.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pers Dinilai Berperan Penting Memperkuat Ekosistem Kebudayaan Daerah
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Pelumas Mesin Mobil Berstandar API SQ Meluncur di IIMS 2026
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
4 Desa di Cirebon Terendam Banjir, 770 KK Terdampak
• 6 jam laludetik.com
thumb
KAI Operasikan Stasiun Jatake, Akses Transportasi Wilayah Barat Kian Luas
• 17 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.