KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperluas layanan perkeretaapian di wilayah barat Jawa melalui pengoperasian Stasiun Jatake di Kabupaten Tangerang, Banten.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan bertahap guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan pergerakan harian menuju pusat-pusat kegiatan.
Pengoperasian Stasiun Jatake dilakukan berdasarkan pemetaan masukan masyarakat terkait kebutuhan layanan di wilayah kulon.
Berbagai aspirasi tersebut dihimpun secara berkelanjutan dan menjadi dasar pengembangan layanan kereta api yang dilakukan secara bertahap dan terukur, sejalan dengan kesiapan infrastruktur serta pola operasional di lintas wilayah barat Jawa.
Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan layanan di wilayah barat dilakukan dengan mempertimbangkan pertumbuhan kebutuhan masyarakat serta kesiapan infrastruktur.
“Masukan masyarakat di wilayah barat telah kami petakan secara menyeluruh. KAI meresponsnya melalui peningkatan layanan yang dilakukan secara bertahap, sejalan dengan penguatan infrastruktur agar operasional berjalan tertib, aman, dan berkelanjutan,” ujar Anne dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/2/2026).
Sejak mulai beroperasi pada 28 Januari hingga 5 Februari 2026, Stasiun Jatake mencatat 7.936 pengguna gate-in dan 8.206 pengguna gate-out.
Capaian tersebut mencerminkan kebutuhan akses transportasi berbasis rel yang semakin dekat dengan kawasan permukiman serta pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Jawa.
Tidak hanya itu, capaian tersebur sekaligus menunjukkan respons awal masyarakat terhadap kehadiran simpul layanan baru tersebut.
Adapun kebutuhan transportasi publik di wilayah barat Jawa tumbuh seiring dinamika ekonomi regional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, wilayah barat Jawa, termasuk Kabupaten Tangerang, Serang, Lebak, dan Pandeglang, menunjukkan akselerasi aktivitas ekonomi yang dipengaruhi sektor perdagangan, pertanian, serta mobilitas tenaga kerja menuju kawasan Jabodetabek.
Kondisi tersebut mendorong peningkatan permintaan terhadap transportasi publik yang andal, terjadwal, dan terintegrasi.
Pola peningkatan mobilitas wilayah kulon juga tecermin pada kinerja layanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung.
Sepanjang 2025, lintas ini melayani 77.552.716 pengguna, meningkat dibandingkan 69.999.362 pengguna pada 2024, 62.085.471 pengguna pada 2023, dan 43.317.716 pengguna pada 2022.
Dalam kurun satu dekade terakhir, tren tersebut menunjukkan peran kereta api perkotaan yang semakin dominan dalam menopang aktivitas ekonomi harian masyarakat wilayah penyangga Jakarta.




