19 Pemain Anyar Perkuat PSIS Semarang agar Keluar dari Zona Degradasi

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

AMBISI PSIS Semarang keluar dari zona degradasi dan tetap bertahan di Liga Championship mendatang semakin terlihat. Sebanyak 19 pemain anyar telah direkrut jelang penutupan jendela tranfer pemain, baik itu asing maupun dalam negeri, untuk menghadapi putaran ketiga kompetisi ini.

Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (7/2), sepekan menjelang dimulai putaran ketiga Liga Championship 2025/2026, menjadi tonggak baru upaya PSIS Semarang untuk bangkit dari kepurukan di kompetisi ini. Soalnya, klub itu masih berada di urutan 9 dari 18 pertandingan yang dilakoni baru mengumpulkan 11 poin dengan 3 kali menang, 2 kali seri, dan 13 kali kalah.

Pada posisi yang kian terjepit berada di papan bawah group B Liga Championship ini, Laskar Mahesa Jenar berusaha kembali bangkit keluar dari zona degradasi agar tidak turun kasta ke kompetisi di bawahnya. Karenanya, sejak beralih ke manajemen baru di bawah CEO Datu Nova Fatmawati perombakan besar-besaran dilakukan demi menyelamatkan tim.

Baca juga : PSIS Semarang Copot Jefri Sastra Usai Kalah Derby dan Terjebak Degradasi

Tidak mudah untuk memulihkan kondisi tim yang terseok-seok menghadapi kompetisi yang kian ketat. Berdasarkan catatan setidaknya Laskar Mahesa Jenar meraih rekor 3 kali berganti pelatih kepala sejak November 2025, karena dianggap gagal mengangkat performa tim, mulai Kahudi Wahyu, selanjutnya diganti Ega Raka, dan terakhir Jefri Sastra.

Tidak cukup berganti-ganti pelatih, bersamaan dibukanya jendela bursa transfer pemain pada Januari lalu, PSIS Semarang juga mengganti pemain-pemainnya dengan mendatangkan secara besar-besaran pemain baru, baik itu berstatus kontrak maupun pinjaman dari klub lain, termasuk mendatangkan sejumlah pemain asing untuk memperkuat dan mengangkat performa tim.

Setidaknya ada 19 pemain anyar yang bergabung dengan PSIS Semarang menghadapi putaran ketiga Liga Championship yang dimulai pekan depan, yakni Otavio Dutra,  Beto Goncalves, Esteban Vizcarra, Denilson Rodriguez, Rangga, Aldair Simanca, Rafael Rodriguez, M Rio Saputro, M Hidayat, Mario Londok, Wawan Febrianto, Fahmi Al-Ayyubi, Tegar Infantrie, Ocvian Chanigio, Gustur Cahyo, Alwi Fadilah, Ibrahim Sanjaya, Thaufan Hidayat, dan Fridolin Kristof Yoku.

Baca juga : PSIS Kian Terjepit di Zona Degradasi Usai Kalah dari PSS Sleman

Selepas dicopotnya Pelatih Kepala Jefri Sastra, PSIS Semarang mengangkat Angel Alfredo Vera menjadi direktur teknik untuk memperkokoh tim. Ini sembari menunggu kedatangan pelatih baru yang akan menukangi Laskar Mahesa Jenar selanjutnya diperkirakan meskipun masih belum diketahui sosoknya.

Nama Alfredo Vera diketahui bukanlah nama yang asing di persepakbolaan Indonesia, karena pelatih berlisensi UEFA Pro ini sudah cukup lama malang melintang dengan menukangi sejumlah klub seperti membesut Persela pada 2013, Persipura di musim 2016/17, Persebaya pada musim 2018/19, dan Madura United FC 2024/2025, serta direktur teknik 2025/2026.

"Selama masa jeda kompetisi ini, PSIS Semarang menggelar training camp (TC) di Yogyakarta didampingi Direktur Teknik Angel Alfredo Vera dan pelatih baru akan menyusul kemudian," kata Asisten Manajer PSIS Semarang Reza Handhika.

Sejak mengambil alih saham mayoritas dan menempati posisi CEO PSIS Semarang, Datu Nova Fatmawati, melakukan gebrakan cukup fundamental. Manajemen baru langsung merombak kekuatan tim dengan mengganti pelatih dan mendatangkan gelombang pemain secara besar-besaran untuk mengangkat performa tim yang terpuruk di papan bawah klasmen.

Istri pengusaha Fariz Julinar Maurisal itu punya harapan baru untuk membangkitkan PSIS Semarang yang masih terseok-seok melakoni kompetisi Liga Championship 2025/2026. Bahkan, nasib buruk di setiap pertandingan menjadikan tim bermarkas di Stadion Jatidiri Semarang ini masih terkunci di zona degradasi.

"Kami bertekad untuk keluar dari zona degradasi. Masih ada kesempatan hingga berakhirnya kompetisi ini, sehingga kita lakukan perombakan dengan mendatangkan pemain-pemain terbaik," ujar Datu Nova Fatmawati.

Sebagai keluarga pecinta sepak bola berasal dari Kota Semarang, ia tidak rela jika PSIS Semarang harus turun kasta karena kalah dalam persaingan di kompetisi Liga Championship. Apapun kondisinya, ia terus meningkatkan performa tim agar dapat bersaing dalam kompetisi ini. (I-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia-Rusia Jajaki Kerja Sama Museum dan Arsip Sejarah
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Ketum MUI ajak umat perkuat persatuan dukung pemerintah bangun bangsa
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Sulis Raih Penghargaan Muslim Inspiratif Bidang Seni dan Budaya pada Ajang Inspiring Moslem Women 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Permintaan Tinggi, Hotel Ritz-Carlton di New York & Washington Bakal Dijual
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Bolak-balik Kena Kritik, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih pada Publik, Singgung Soal Demokrasi!
• 5 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.