Kedai burger populer di Singapura, Blackgoat, resmi menutup operasionalnya pada 18 Januari 2026, setelah hampir tiga tahun beroperasi. Gerai yang berlokasi di Jalan Batu Hawker Centre, Singapura, ini pertama kali dibuka pada Februari 2023.
Pemilik Blackgoat, Fikri Rohaimi, menyampaikan permintaan maaf kepada para pelanggannya lewat unggahannya di media sosial. Ia mengaku tidak sanggup mengumumkan penutupan ini lebih awal karena khawatir akan kehebohan yang terjadi.
“Aku tidak pernah ingin mengecewakan siapa pun. Maaf. Kami benar-benar hanya kedai hawker kecil, kalau kamu belum pernah datang. Kami bukan restoran, dan melalui semua tahapan yang kami lewati, kami tidak akan pernah mendekati itu,” tulis sang pemilik dalam akun Instagram @blackgoatburgers.
Dalam unggahannya, Fikri juga bercerita soal awal mula berdirinya Blackgoat. Ia memulai bisnis ini sebagai usaha rumahan saat pandemi COVID-19, setelah menjalani magang selama tiga bulan di restoran bintang tiga Michelin, Zén, dan Burnt Ends. Dari pengalaman itulah ia terinspirasi untuk membuat saus chipotle sendiri dan mulai bereksperimen dengan burger buatannya.
“Blackgoat di 4A Jalan Batu kemudian terjadi karena orang tuaku (mungkin sudah lelah aku merusak rumah karena masak di rumah, kalau kamu beli di periode itu, kamu pasti tahu) dan ayahku menawar tempat itu dan mendapatkannya. Tanpa banyak pikir. Hanya menawar supaya aku bisa jual burger di sana. Ikuti kata hatimu dan terus berjuang,” tulisnya.
Yang bikin banyak orang terharu, Fikri juga secara terbuka membagikan sekitar 15 resep menu andalannya ke publik. Mulai dari classic cheeseburger sampai Malay Caesar salad, lengkap dengan saus dan garnish.
“Resep Caesar salad ini sangat berharga buatku. Resep ini datang di saat kami lagi berjuang cari terobosan dan ide baru. Jadi kalau suatu hari kami lihat ada restoran yang menyajikannya, kami pasti datang buat coba, hahaha. Menurutku ini juga cocok banget buat dinner party,” katanya.
Ia juga menjelaskan alasan tidak menyerahkan kedai tersebut kepada orang lain. Menurutnya, di tahap karier apa pun, ia ingin selalu terlibat langsung.
Menutup pernyataannya, Fikri menegaskan bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanannya.
“Memasak tidak pernah meninggalkanku. Di antara semua hal di dunia ini yang bisa pergi meninggalkanmu, memasak tidak pernah pergi dariku. Aku akan terus belajar, bekerja, dan berpikir. Dan jika aku tidak berhasil lagi, maka itu sudah tertulis untukku. Tapi aku akan mencoba. Ini bukan akhir,” tutup Fikri.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5495692/original/000809400_1770394497-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.49_PM.jpeg)