JAKARTA, DISWAY.ID-- Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes menegaskan bahwa pengasuhan berkualitas berakar pada relasi yang sehat antara orang tua dan anak.
Komunikasi yang hangat dan penuh empati sejak dini menjadi benteng utama dalam melindungi anak dari berbagai risiko sekaligus fondasi pengembangan kecerdasannya.
BACA JUGA:M Zian Fahrezi Asal Bima NTT Raih Juara I MTQ Internasional di Irak
BACA JUGA:Zyta Delia Ramaikan Kampanye Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale dengan Koleksi Spesial Terbaru
Hal tersebut disampaikan Wamen Isyana saat memberikan arahan secara virtual dalam kegiatan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) pada KERABAT Seri 1 Tahun 2026 bertema "Stimulasi Sejak Dini: Rahasia Mengoptimalkan Kecerdasan Anak Sejak dalam Kandungan".
Ia menekankan pentingnya membangun ruang aman bagi anak, menumbuhkan rasa percaya, serta memahami tahapan tumbuh kembang sebagai bagian dari pengasuhan yang sadar dan bertanggung jawab.
"Pengasuhan tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan fisik. Kesiapan emosional orang tua dalam mendampingi anak sejak awal kehidupan berperan besar dalam mengoptimalkan kecerdasan anak," jelas Isyana.
BACA JUGA:Strategi Baru Pengelolaan Sampah RI, Inovasi Teknologi dan Riset Berbasis Skala
BACA JUGA:Hadiri Peluncuran 8 Buku Yusril Ihza Mahendra, Wapres Apresiasi Pengabdian Lintas Rezim
Pandangan tersebut diperkuat oleh dokter spesialis anak, DR. dr. Fitri Hartanto, Sp.A (K), yang menjelaskan bahwa kecerdasan merupakan bagian dari kemampuan kognitif, meliputi working memory, cognitive flexibility, dan inhibitory control.
Ketiga aspek ini berkembang bertahap sejak dini dan sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan serta kualitas interaksi anak dengan lingkungan terdekat.
Menurut Fitri, dukungan lingkungan bahkan telah berperan sejak masa kehamilan, terutama melalui kedekatan emosional orang tua.
"Interaksi sederhana seperti mengusap perut ibu, berbicara dengan penuh kasih, dan menciptakan rasa aman dapat memicu hormon endorfin yang mendukung perkembangan otak anak sejak dalam kandungan," papar dia.
BACA JUGA:Chery J6 dan J6T Sebagai EV Perkotaan dengan Berbagai Kelebihan dan Performa Mumpuni
BACA JUGA:164 TKA Tanpa RPTKA Terjaring, Kemnaker Jatuhkan Denda Rp2,17 Miliar ke PT BAP
- 1
- 2
- »



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F29%2Fcb86ddbeed0cdfd3d270abed2252c9fc-20260129TOK8.jpg)