Kurang Tidur Setiap Hari? Ini Deretan Risikonya Bagi Kesehatan

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Begadang mungkin bagi sebagian orang terasa seperti lambang produktivitas atau gaya hidup modern. Di era di mana kelelahan akibat bekerja keras mulai dinormalisasi, tidur sering kali menjadi tumbal pertama demi mengejar tenggat waktu atau sekadar menikmati hiburan di layar ponsel lewat tengah malam.

Namun, di balik keheningan malam saat masih terjaga, sebuah krisis kesehatan yang sunyi sedang membangun kekuatannya di dalam tubuh. Konsultan kardiologi dari Manipal Hospitals, Vijayawada, memberikan peringatan keras bagi siapa pun yang secara rutin tidur kurang dari tujuh hingga delapan jam yang direkomendasikan.

Baca Juga
  • Nggak Hapus Maskara Sebelum Tidur Bisa Picu Iritasi Mata
  • Kebiasaan yang Wajib Dihindari Sebelum Tidur: Main HP Hingga Marah
  • Tiga Remaja Lompat dari Lantai 9 Setelah Ponsel Disita Ortu, Pesan Terakhir: Korea adalah Hidup Kami

Bahaya dari kurang tidur kronis tidak selalu muncul seketika seperti alarm yang memekakkan telinga; ia lebih mirip seperti bola salju yang perlahan membesar hingga akhirnya memicu krisis kesehatan yang serius. Salah satu dampak yang paling mengejutkan adalah hubungannya dengan kenaikan berat badan. Bagi yang sedang berjuang menurunkan berat badan melalui diet ketat dan olahraga namun tetap begadang, usaha tersebut bisa jadi sia-sia.

Dokter Sandeep menjelaskan mekanisme internal yang kacau akibat kurang tidur. "Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon rasa lapar, ghrelin dan leptin; ghrelin naik, meningkatkan nafsu makan, sementara leptin turun, mengurangi rasa kenyang, yang membuat Anda mendambakan makanan berkalori tinggi, lebih sering ngemil, dan menambah berat badan dengan lebih mudah," ujarnya dikutip dari laman Hindustan Times pada Sabtu (7/2/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kondisi ini memicu reaksi berantai yang berbahaya, mulai dari metabolisme yang melambat, sensitivitas insulin yang terganggu, hingga risiko nyata terkena diabetes tipe 2. Lebih jauh lagi, benteng pertahanan tubuh kita, yaitu sistem imun, akan mengambil pukulan telak saat kita kekurangan waktu istirahat.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Lee Dong Wook Pertimbangkan Bintangi Drakor Melodrama Baru, Love Affair
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
VinFast Soroti Tantangan dan Peluang Industri Industri Otomotif
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Penganiayaan Kucing di Blora Resmi Masuk Tahap Penyidikan
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemkot Makassar Fokus Penataan Kanal dan Pinggiran Sungai
• 13 jam lalucelebesmedia.id
thumb
MenPPPA: Saya Lihat Buku Aurelie, Child Grooming Perlu Kepekaan Orang Terdekat
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.