Jakarta, VIVA – Di balik perjuangan heroik Timnas Futsal Indonesia yang nyaris mengangkat trofi Piala Asia Futsal 2026, ada satu nama yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Ahmad Habiebie. Penjaga gawang berusia 25 tahun itu resmi diganjar penghargaan Best Goalkeeper AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 setelah serangkaian penyelamatan krusial yang membawa Garuda menembus final untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Meski Indonesia akhirnya harus puas menjadi runner up usai kalah adu penalti 4-5 dari Iran di Indonesia Arena, Sabtu 7 Februari 2026, performa Habiebie tetap mendapat pengakuan tinggi dari AFC.
Kiper andalan skuad asuhan Hector Souto tersebut menjadi tembok terakhir yang berkali kali menyelamatkan Indonesia, baik di fase grup hingga laga gugur.
Sejak awal turnamen, kontribusinya sudah terasa. Habiebie langsung mencatat clean sheet saat Indonesia membantai Korea Selatan 5-0 di laga pembuka. Ketangguhannya berlanjut sepanjang fase grup dengan hanya kebobolan empat gol.
- Dok. AFC
Namun panggung sebenarnya hadir di babak knockout. Refleks cepat dan penyelamatan instingtifnya saat menghadapi Vietnam di perempat final serta Jepang di semifinal menjadi faktor penentu kelolosan Indonesia ke partai puncak. Bahkan di final melawan Iran, ia masih sempat melakukan sederet penyelamatan penting, termasuk menggagalkan penalti Salar Aghapour di waktu normal.
Tak heran jika penghargaan kiper terbaik akhirnya jatuh ke tangannya.
"Penghargaan ini di luar dugaan saya, tapi tentu saya bersyukur. Semoga ini menjadi titik balik untuk futsal Indonesia agar kami bisa terus berkembang dan tampil lebih baik lagi ke depan," ujar Habiebie usai laga yang dikutip AFC.
Laga final sendiri berlangsung dramatis dan penuh tensi. Indonesia beberapa kali memimpin, namun Iran terus mengejar hingga skor 5-5 bertahan sampai babak tambahan usai.
Garuda sempat unggul lewat gol Reza Gunawan, Israr Megantara, hingga Samuel Eko. Bahkan assist langsung Habiebie dari bawah gawang sempat dikonversi menjadi gol oleh Israr.
Di sisi lain, tekanan Iran tak henti henti datang. Skema power play mereka di menit akhir memaksa pertahanan Indonesia bekerja ekstra keras. Habiebie berkali kali jatuh bangun menepis tembakan lawan, menjaga asa tuan rumah tetap hidup.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5496117/original/086337000_1770474128-7272a5e6-e8ec-4b8b-81c4-6bc3d9e0cbe9.jpg)

