Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto, mengakui timnya kalah dengan cara dramatis dari Iran dalam final Piala Asia Futsal 2026 dengan skor 4-5 dalam adu penalti setelah imbang 5-5 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu.
Dalam jumpa pers setelah pertandingan, Souto bergurau bahwa Indonesia didukung seluruh dunia, kecuali Iran. "Menurut saya, pada hari ini hanya satu negara yang ingin Iran menang. Di seluruh dunia, banyak yang mendukung Indonesia," ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (8/2/2026)
Meski timnya tampil impresif hingga partai puncak, ia menilai keberhasilan melaju ke final bukan jaminan terulang dalam turnamen berikutnya.
“Kita harus tetap membumi. Jika turnamen ini diulang dalam dua pekan, mungkin kita tidak sampai ke final,” katanya.
Souto menambahkan Indonesia harus meningkatkan persiapan menghadapi persaingan ketat di Asia, mengingat masih banyak tim kuat di kawasan ini. Souto juga menyoroti perlunya pembenahan level akar rumput, khususnya fasilitas latihan.
Ia menilai kualitas permukaan lapangan yang digunakan para pemain di dalam negeri belum memadai untuk mendukung permainan tempo tinggi.
“Lapangan di level akar rumput belum cukup baik. Kami perlu investasi fasilitas agar pemain bisa berkembang dan bermain pada kecepatan seperti di parquet,” ujarnya.
Menurut Souto, peningkatan infrastruktur menjadi salah satu kunci agar futsal Indonesia bersaing secara konsisten di level tertinggi Asia pada masa mendatang.
Sedangkan untuk target timnas berikutnya, dia menyebut berfokus pada peningkatan tim.
"Mengenai target selanjutnya...sebagaimana yang selalu terjadi. Datang ke pemusatan latihan, bersiap sebaik mungkin, bersaing. Mungkin dapat saya katakan, terkadang kami sukses, terkadang kami belum sukses," pungkasnya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312155/original/068813000_1754906267-1000195601.jpg)

