Perempuan Berkontribusi Besar bagi Perekonomian Lewat UMKM hingga Pajak

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pendiri Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) Dewie Yasin Limpo menegaskan besarnya peran perempuan terhadap perekonomian nasional termasuk melalui pajak dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Karena itu, GSI ingin memastikan perempuan mendapatkan akses pengetahuan, jejaring, dan peluang usaha yang setara.

"Semua harus sejahtera. Bukan untuk gaya hidup semata, tapi agar kita punya daya untuk peduli kepada mereka yang membutuhkan. Masih ada jutaan rakyat Indonesia hidup di bawah standar kesejahteraan. Di situlah GSI harus hadir," tegas Dewie dalam deklarasi GSI, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 7 Februari 2026.

Dewie mengungkapkan, GSI merupakan sebuah wadah perjuangan dan kolaborasi perempuan Indonesia lintas profesi dan generasi. Deklarasi yang dirangkaikan dengan penandatanganan akta pendirian dan komitmen organisasi itu menandai lahirnya sebuah gerakan perempuan yang berorientasi pada pemberdayaan nyata di bidang politik, ekonomi, dan sosial.

Dewie menegaskan, GSI dibentuk bukan sekadar sebagai organisasi seremonial atau ruang berkumpul tanpa arah. Menurut dia, GSI lahir dari kegelisahan atas potensi besar perempuan Indonesia yang belum sepenuhnya terkelola secara kolektif dan berkelanjutan.

"Kita berkumpul di GSI untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang berdaya, mandiri, dan berdaulat untuk bangsa ini. Bukan sekadar kongkow tanpa tujuan. Kita ingin era baru, perempuan yang bersatu, bahagia, tapi punya target sukses, baik di politik maupun ekonomi," tegas Dewie.

Kepedulian sosial menjadi salah satu roh utama GSI. Dewie, yang kerap dikenal aktif turun langsung ke masyarakat akar rumput, menegaskan GSI tidak ingin berjarak dengan realitas kehidupan kaum pra sejahtera.
  Baca juga: Penguatan Peran Perempuan Didorong lewat Kolaborasi Bareng PNM

(Deklarasi GSI di Kampung Goela, Jakarta. Foto: dok Istimewa)
  Jadi energi baru bagi gerakan perempuan
Lebih lanjut, Dewie menjelaskan GSI tidak hanya berupaya menghadirkan perempuan Indonesia yang berdaya guna, mandiri, dan bermartabat, tapi sekaligus menjadi energi baru bagi gerakan perempuan di Tanah Air. GSI, kata dia, hadir dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Gerakan Srikandi Indonesia juga memberi ruang besar bagi generasi muda. Sekitar 30 persen keanggotaan GSI direkrut dari generasi Gen Z, yang dinilai lebih adaptif terhadap era digital dan media sosial dalam mengangkat potensi serta isu-isu perempuan Indonesia.

"Peran media sosial sangat dominan hari ini. Gen Z kita libatkan agar GSI bisa menjawab tantangan zaman dan bergerak lebih cepat," jelas Dewie.

Pada tahap awal, GSI memfokuskan diri pada tiga program utama. Pertama, program politik untuk menyiapkan kader perempuan menghadapi kontestasi politik, khususnya menuju Pemilu 2029. Kedua, program ekonomi dan kewirausahaan melalui kemitraan dan kolaborasi antarpelaku usaha perempuan. Ketiga, program sosial yang mencakup kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Ke depan, Gerakan Srikandi Indonesia ditargetkan tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Dewie optimistis, dengan semangat kolaborasi dan saling mendukung, GSI dapat menjadi kekuatan baru perempuan Indonesia yang solid, inklusif, dan berdampak nyata bagi bangsa.

"Jadi mari kita tumbuh bersama, saling dukung, dan berkolaborasi untuk kebaikan. Itulah semangat Srikandi Indonesia," tutup Dewie.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KAI Ungkap Alasan Buka Stasiun Jatake
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Enam proyek hilirisasi Danantara dimulai
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Perjuangan Raup Cuan di Tengah Semarak Laga Final Piala Asia Futsal
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jadi Tersangka Suap, Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta Punya Harta Hampir Rp 1 Miliar
• 17 jam lalumerahputih.com
thumb
Purbaya Targetkan Tax Collection Rate Naik ke 11 12 Persen Tahun Ini
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.