BSI Salurkan Rp3,5 Triliun FLPP dan KUR Rp12,2 Triliun ke 90 Ribu Nasabah

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengungkapkan capaian dukungan perusahaan terhadap sejumlah program unggulan pemerintah, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pada 2025.

Direktur Risk Management BSI Grandhis H. Harumansyah menyampaikan, pihaknya menyalurkan KUR senilai Rp12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah.

Baca Juga :
KUR BRI Mengaliri Sawah Rakyat, Menggerakkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Nasional
Lebih dari 60 Persen Mengalir ke Sektor Penggerak Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Sepanjang 2025

“BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah atau FLPP bersubsidi, di mana sejak merger sampai dengan hari ini, BSI telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebesar Rp3,5 triliun dengan jumlah rumah yang dibiayai sebesar 23 ribu unit,” ucapnya, Sabtu, 7 Februari 2026.

Selain dua program tersebut, ia menuturkan pihaknya juga mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1.350 virtual account (VA) untuk keperluan transaksi harian mitra Badan Gizi Nasional (BGN).

Ia mengatakan, perseroan juga turut mendukung upaya pemerintah untuk membangun 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Grandhis menyampaikan bahwa pihaknya juga telah menuntaskan penyaluran dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) dari Kementerian Keuangan sebesar Rp10 triliun pada Oktober 2025.

Dana tersebut disalurkan ke rantai nilai (value chain) bisnis UMKM, pembiayaan griya non-program, pembiayaan bisnis gadai dan cicil emas, serta pembiayaan konsumer.

Program pemerintah lainnya yang didukung oleh BSI adalah pengembangan ekosistem bulion atau bank emas. Hingga saat ini, baru ada dua lembaga jasa keuangan yang menyandang status bank emas di Indonesia, yakni BSI dan PT Pegadaian (Persero).

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna menuturkan, bisnis emas perseroan saat ini, yang mencakup cicil emas dan gadai emas, tumbuh 78,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22,9 triliun per Desember 2025.

Ia menjelaskan, produk cicil emas melonjak 101,23 persen yoy mencapai Rp12,89 triliun, sementara gadai emas tumbuh 56,05 persen yoy menjadi Rp10,02 triliun. BSI juga mencatatkan volume penjualan emas mencapai 2,2 ton sepanjang tahun lalu.

Perseroan kini tengah mengembangkan produk bulion baru berupa simpanan emas (gold deposit) yang direncanakan akan segera dirilis pada akhir Februari 2026.

“Untuk cicil emas dan gadai emas, Alhamdulillah, kami sekarang jumlah nasabahnya sudah ada 640 ribu. Sedangkan yang murni bulion, yaitu untuk produk titipan dan jual beli, kami sudah punya nasabah di angka di 530 ribu nasabah,” ujar Anton Sukarna.

Baca Juga :
KUR Sektor Pertanian 2026 Rp 300 Triliun, Airlangga: Bisa Dinaikkan, Tidak Ada Pembatasan
BRI Raih Penghargaan Impactful Grassroots Economic Empowerment, Konsisten Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Jadi Bank Penyalur FLPP Terbesar 2025, Intip Strategi BTN Genjot Kinerja 2026

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hasil Babak Pertama Indonesia vs Iran: Sempat Tertinggal, Garuda Unggul 3-2
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Persebaya Tampil Garang di Kandang Bali United, Bajul Ijo Menang Telak 3-1
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Dari Makan Bergizi Gratis ke Affirmative Basic Income
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kelakuan Bejat Bapak Tiri di Riau Cabuli Bayi 1 Tahun
• 12 jam laludetik.com
thumb
Qari Cilik Indonesia Juara MTQ Internasional Irak, Harumkan Nama Bangsa
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.