Jadi Simbol Keberuntungan, Inilah Makna dan Sejarah Lampion dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Inilah makna dan sejarah lampion dalam perayaan Tahun Baru Imlek. Ternyata lampion memiliki makna dan sejarah yang penting bagi masyarakat Tionghoa.

Seperti diketahui, Perayaan Imlek memang tidak bisa dipisahkan dari kehadiran lampion. Benda bercahaya yang biasanya berwarna merah ini menjadi salah satu ikon paling khas saat Tahun Baru Imlek tiba.

Lampion tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang dalam bagi masyarakat Tionghoa. Lantas apa makna dan sejarah lampion dalam perayaan Tahun Baru Imlek? Simak penjelasannya.

Sejarah Lampion dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Lampion dalam perayaan Imlek memiliki sejarah yang cukup panjang. Menurut Dosen Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Prihantoro, lampion awalnya adalah sebuah alat penerangan masyarakat China sejak ribuan tahun yang lalu.

Tepatnya, pada masa Dinasti Han Barat yang memimpin pada periode 206 Sebelum Masehi hingga 9 Masehi, serta Dinasti Han Timur periode 25–220 Masehi. Alat penerangan itu lantas kemudian diberi pelindung dari kertas di seluruh sisinya agar tidak mudah mati tertiup angin.

“Lampion ini sudah beribu-ribu tahun, artinya memang tradisi di China. Awalnya, semacam lampu penerangan, kemudian supaya tidak mati karena angin mereka tutup di sampingnya, itu dari sisi sejarahnya,” ujarnya dilansir dari Kompas.com.

“Kemudian lampion berkembang di China dan diadopsi oleh para biksu menjadi bagian dari tradisi keagamaan,” imbuhnya.

Senada dengan Fahmi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Provinsi DKI Jakarta Glenn Wijaya mengatakan awal mula kemunculan lampion adalah pada era Dinasti Han Barat dan Dinasti Han Timur.

Saat itu, lampion digunakan untuk ritual penyembahan ke Taiyi Shen. Namun, dalam perkembangannya lampion juga digunakan untuk ritual agama Buddha.

 “Imlek identik dengan lampion karena perayaan Imlek dirayakan dengan puncaknya yaitu Yuan Xiao Jie atau dalam Bahasa Indonesia kita sebut sebagai festival lampion,” terangnya.

Makna Lampion Untuk Masyarakat Tionghoa

1. Simbol cahaya dan harapan

Melansir Kompas TV, Lampion bukan hanya sekadar hiasan tapi juga simbol harapan akan kehidupan yang lebih baik dan penuh cahaya pada tahun yang baru. Pada malam Tahun Baru Imlek, cahaya yang bersinar dari lampion-lampion memberikan representasi kuat tentang mengusir kegelapan dan kesialan.

2. Representasi keberuntungan

Lampion biasanya dihiasi dengan lambang-lambang keberuntungan, seperti karakter China yang membawa pesan-pesan positif. Oleh karena itu, masyarakat meyakini bahwa membawa lampion saat perayaan Tahun Baru Imlek, dapat membawa keberuntungan dan perlindungan dari energi negatif.

3. Simbol kebersamaan dan kebahagiaan keluarga

Pada perayaan Imlek, keluarga biasanya berkumpul dan membawa lampion bersama sebagai bagian dari tradisi yang membawa kebahagiaan. Kegiatan ini menciptakan ikatan yang kuat di antara anggota keluarga, mencerminkan pentingnya hubungan sosial, dan menciptakan momen berharga yang dikenang dalam perayaan Tahun Baru Imlek.

4. Penghormatan kepada leluhur

Praktik meletakkan lampion di depan makam leluhur memiliki makna dalam budaya Tionghoa. Keluarga-keluarga tertentu menjalankan tradisi ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur mereka, serta mendoakan keberuntungan untuk keluarga mereka.

Demikianlah makna dan sejarah lampion dalam perayaan Tahun Baru Imlek. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jelang Barcelona vs Mallorca: Blaugrana Fokus Pertahankan Puncak Klasemen Liga Spanyol
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Munas I APMBI di Bantul tumbuhkan ekosistem industri "marching band"
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Ketua DPD RI Fasilitasi Pertemuan Tokoh Lintas Agama pada Peringatan World Interfaith Harmony Week 2026
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
[FULL] BKSDA Sumsel Soroti Asal-Usul Macan Dahan Berkeliaran di Permukiman, Diduga Peliharaan Warga
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
BPBD Pacitan: 43 Bangunan Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,4
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.