jpnn.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin memfasilitasi pertemuan para tokoh lintas agama pada agenda peringatan World Interfaith Harmony Week 2026 atau Pekan Kerukunanan Antar Agama Sedunia 2026.
Pertemuan itu berlangsung di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (8/1/2026).
BACA JUGA: Hadiri Annual Meeting Idepreneurs, Sultan: Harus Berdampak Nyata Hingga ke Desa dan Pesisir
Sultan mengaku lembaganya beruntung karena mendapat kepercayaan dari forum lintas agama untuk menyelenggarakan Pekan Kerukunanan Antar Agama Sedunia 2026.
“Kegiatan ini sudah dua tahun diselenggarakan di DPD RI,” ujar Sultan sesaat sebelum pembukaan acara tersebut.
BACA JUGA: Adakan Desiminasi Kebijakan Tata Kelola Pemerintah Desa, Ketua DPD RI Soroti Persoalan Sanitasi Hingga Masalah Sampah
Dalam kesempatan itu, Sultan didampingi Prof. Din Syamsuddin selaku Ketua Kehormatan Inter Religious Council (IRC) Indonesia dan Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’I dan para senator dan juga tokoh lintas agama.
Menurut Sultan, pertemuan ini menjadi tempat bagi para tokoh lintas agama untuk menyampaikan pesan dalam rangka menjaga persaudaraan dan kebersamaan.
BACA JUGA: Anak SD di NTT Bunuh Diri, Senator Filep Minta Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Pendidikan di Daerah
Sultan menegaskan Indonesia dapat menjaga solidaritas dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Intinya, kita mau menjadikan Indonesia sebagai contoh atau prototipe sebagaimana di tengah kebinekaan, di negara lain terjadi konflik, tetapi Indonesia tercipta harmoni perdamaian,” ujar Sultan.
Sementara itu, Prof Din Syamsuddin mengatakan pihaknya merayakan agenda PBB, yaitu hamorn antar agama sedunia yang dimulai sejak tahun 2010.
Din menjelaskan perayaan ini sesuai usul Raja Yordania Abdullah agar pekan pertama pada bulan Februari setiap tahun dirayakan sebagai pekan kerukunan antara umata beragama seduani.
Kemudian sejak tahun 2020, PBB menetapkan tanggal 4 Februari sebagai International Day for Human Fraternity (IDHF) sebagai bentuk penghargaan atas dokumen Abu Dhabi yang ditanda tangani oleh Paus Fransiskus dan Grand Syekh Al-Azhar, Mesir, Ahmad Muhammad Ahmad Al-Thayyeb.
Kedua tokoh itu menandatang dokumen bersejarah tentang 'Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama'. Dokumen itu dideklarasikan dalam sebuah Pertemuan Persaudaraan Manusia Manusia di Uni Emirat Arab (UEA), Senin (4/2/2019).
Menurut Din Syamsudin, kegiatan Pekan Kerukunanan Antar Agama Sedunia selama empat tahun terakhir ini diselenggarakan di Kompleks parlemen RI.
“Sebelumnya difasiitasi oleh MPR dan 2025-2026 difasilitasi oleh DPD RI,” ujar Din Syamsuddin.(fri/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sambut Baik Gerakan Indonesia Asri Presiden Prabowo, Sultan: Selaras dengan Program Green Village
Redaktur & Reporter : Friederich Batari

