Prajurit Kopassus Ini Tak Mau Bocorkan Lokasi Pasukannya Meski Kaki Ditembak hingga Diamputasi

okezone.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -   Keberanian dan sikap teguh anggota Kopassus Kolonel Inf. Agus Hernoto dalam menjalankan misi operasi, menjadikannya sebagai legenda pasukan baret merah. Pasalnya, Agus mempertaruhkan nyawa dalam mengemban tugas operasi.

Bahkan, tokoh militer dan intelijen Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani alias Benny Moerdani rela dikeluarkan dari Kopassus karena membela Agus Hernoto.

Saat itu, Komandan RPKAD Kolonel Moeng Parhadimoeljo memindahkan Agus Hernoto ke Staf Umum Angkatan Darat III Bagian Organisasi karena cacat seusai pulang dari operasi.

Baca Juga :
Jenderal Kopassus Sambangi Pembangunan Hunian di Tapanuli Selatan Pascabencana Sumut

Dalam buku biografinya berjudul "Kolonel Inf. Agus Hernoto: Legenda Pasukan Komando dari Kopassus Sampai Operasi Khusus” dikutip  Minggu (8/2/2026), Agus Hernoto yang saat itu berpangkat Letnan Dua (Letda) mendapat tugas untuk memimpin Operasi Banteng I untuk membebaskan Irian Barat sekarang Papua dari cengkeraman Belanda.

Operasi Banteng I merupakan operasi infiltrasi atau penyusupan ke belakang garis musuh melalui udara. Operasi militer ini sebagai tindak lanjut dari Tri Komando Rakyat (Trikora) yang dikumandangkan Presiden Soekarno pada 9 Desember 1961.

Operasi ini terbilang berbahaya dan taruhannya adalah nyawa. Panglima Mandala Mayjen TNI Soeharto yang melepas keberangkatan pasukan di Lapangan Udara Lahat, Amahai, Ambon, menyebut misi ini sebagai one way ticket (misi tanpa ada jaminan bisa selamat kembali pulang).

Baca Juga :
Viral! Masjid Baret Merah Kopassus Bintang 4, Mendadak Ramai Diserbu Warga

Aksi berani prajurit Kopassus juga membuat heran Belanda. Mereka tidak menyangka, tentara Indonesia berani melakukan penerjunan di pedalaman hutan rimba Papua yang ganas di pagi buta.

Saat Kapten Benny Moerdani bertanya siapa yang mau jadi komandan dan terlibat dalam operasi ini, saya lihat Pa Agus salah satu dari segelintir yang maju. Sementara yang lain hanya saling menatap satu sama lain,” kata Pratu Tambeng Tamto, anak buah Agus Hernoto.

Tepat pukul 03.30 dini hari waktu setempat, tiga pesawat Dakota C-47 dipimpin Mayor Udara Y.E. Nayoan, Komandan Skuadron 2 Transport lepas landas mengangkut pasukan yang akan diterjunkan di daerah Fakfak.

Baca Juga :
Aksi Heroik Kopassus Serma Edi, Menantang Maut demi Selamatkan Pasukan Negara Sahabat di Udara

 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
GHAMA Depok Resmi Bermitra dengan EWIC, Siap Kirim Lulusan Kuliah Gratis dan Magang di Malaysia
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Zelenskyy Ungkap AS Beri Tenggat Juni untuk Damai, Rusia Hantam Fasilitas Energi
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jelang Ramadan, Kementan Perkuat Pengendalian Penyakit Hewan Ternak
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Potret Rumah Warga yang Terdampak Tanah Bergerak di Tegal | BERITA UTAMA
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kerusakan akibat bencana banjir bandang di Nagan Raya capai Rp1,1 T
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.