PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah menetapkan tenggat waktu hingga Juni 2026 bagi Ukraina dan Rusia untuk mencapai kesepakatan damai. Pengumuman ini muncul di tengah eskalasi serangan udara Rusia yang kembali menyasar infrastruktur energi vital Ukraina.
Zelenskyy menyebutkan bahwa pemerintahan Donald Trump kemungkinan besar akan meningkatkan tekanan kepada kedua belah pihak jika kesepakatan tidak tercapai pada awal musim panas mendatang. Hal ini menyusul pembicaraan trilateral di Abu Dhabi yang berakhir tanpa terobosan signifikan pekan lalu.
"Pihak Amerika Serikat mengusulkan agar para pihak mengakhiri perang pada awal musim panas ini dan akan memberikan tekanan sesuai dengan jadwal tersebut," ujar Zelenskyy, Sabtu (7/2). Ia juga mengonfirmasi kehadiran Ukraina dalam putaran negosiasi berikutnya yang direncanakan berlangsung di Miami, AS, pekan depan.
Meski diplomasi terus diupayakan, situasi di lapangan tetap memanas. Zelenskyy melaporkan adanya serangan besar-besaran yang melibatkan lebih dari 400 drone dan 40 rudal pada Sabtu malam. Operator energi negara, UkrEnergo, menyatakan delapan fasilitas di delapan wilayah mengalami kerusakan, memaksa pembangkit listrik tenaga nuklir untuk menurunkan output mereka.
Di sisi lain, Rusia dikabarkan telah mengajukan proposal ekonomi senilai US$12 triliun kepada AS, yang dijuluki sebagai 'Paket Dmitriev'. Proposal ini menjadi bagian dari proses negosiasi bilateral yang lebih luas, meski Rusia tetap bersikeras menuntut penyerahan wilayah Donbas -- syarat yang tegas ditolak oleh Kyiv. (France24/B-3)




