Islamabad: Otoritas Pakistan telah menangkap empat orang terkait serangan bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di ibu kota Islamabad yang menewaskan sedikitnya 32 orang saat pelaksanaan salat Jumat.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi pada Sabtu kemarin mengatakan bahwa keempat orang tersebut diduga membantu pelaku bom bunuh diri dalam serangan yang juga melukai sekitar 170 jamaah di Tarlai, kawasan pinggiran Islamabad.
Dilansir dari Radio Free Europe, Minggu, 8 Februari 2026, Naqvi mengatakan dalam konferensi pers bahwa empat orang, termasuk sosok yang diduga sebagai otak serangan, ditangkap setelah penggerebekan di Peshawar dan Nowshera. Otoritas belum mengungkap identitas para tersangka maupun motif yang melatarbelakangi serangan tersebut.
Sejumlah laporan menyebutkan lima orang ditangkap, namun jumlah pastinya belum dapat dipastikan.
Kelompok Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, yang menjadi aksi teror paling mematikan di Islamabad dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2008, sebanyak 60 orang tewas akibat ledakan truk bermuatan bom bunuh diri yang menghancurkan sebagian Hotel Marriott.
Lembaga pemantau konflik ACLED menyatakan serangan terbaru tersebut memiliki “ciri khas Islamic State."
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengatakan ia mengutuk serangan tersebut “dengan keras."
“Serangan terhadap warga sipil dan tempat ibadah tidak dapat diterima. Mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan,” tulisnya di media sosial.
Serangan di Islamabad, wilayah ibu kota yang dijaga ketat, terbilang jarang terjadi. Namun, provinsi barat laut Khyber Pakhtunkhwa dan barat daya Balochistan kerap dilanda kekerasan akibat pemberontakan kelompok Islamis dan nasionalis, di mana kelompok Taliban Pakistan dan separatis etnis Baluch kerap bentrok dengan aparat keamanan. Kronologi Serangan di Islamabad Pascaserangan terbaru, ribuan pelayat berkumpul di Islamabad untuk menguburkan para korban. Otoritas setempat juga meningkatkan langkah-langkah keamanan di ibu kota di tengah kekhawatiran akan serangan lanjutan.
Pihak berwenang menyebutkan seorang pria lebih dulu melepaskan tembakan di kompleks masjid sebelum meledakkan bom, menewaskan dirinya sendiri.
Seorang saksi mata bernama Aun Shah mengatakan dua penyerang awalnya menembak mati petugas keamanan masjid. Ia menambahkan bahwa sejumlah jamaah berusaha menghentikan mereka dengan berlari mendekat.
“Begitu (para penyerang) mencapai gerbang, salah satu dari mereka meledakkan sabuk berisi bahan peledak,” ujarnya kepada Radio Mashaal.
Rekaman video sesaat setelah serangan memperlihatkan jasad-jasad tergeletak di lantai masjid di tengah puing-puing. Puluhan korban luka terlihat terbaring di halaman Masjid Khadija Tul Kubra Imambargah.
Pakistan merupakan negara berpenduduk mayoritas Sunni dengan sekitar 240 juta jiwa, sementara komunitas Syiah mencakup hingga 15 persen populasi. Sejak 1980-an, ribuan orang tewas akibat kekerasan sektarian, yang kerap menargetkan warga Syiah oleh kelompok ekstremis Sunni.
Baca juga: ISIS Klaim Bom Bunuh Diri di Islamabad Pakistan yang Tewaskan 31 Orang




