VIVA – Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, mengaku timnya tertekan saat menghadapi Timnas Futsal Indonesia di partai final AFC Futsal 2026. Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026, Shamsaee menyebut atmosfer laga bak ujian mental ekstrem bagi timnya.
Iran akhirnya keluar sebagai juara usai menumbangkan Indonesia lewat drama adu penalti dengan skor 5-4, setelah kedua tim bermain imbang 5-5 di waktu normal. Namun di balik trofi, Shamsaee mengakui laga tersebut penuh tekanan luar biasa.
“Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas perkembangan besar yang ditunjukkan Indonesia. Dalam kondisi mental yang sangat sulit, para pemain saya mampu bangkit dan kembali ke pertandingan,” ujar Shamsaee.
Ia menegaskan tekanan yang dialami Iran bukan situasi yang mudah dihadapi tim mana pun. Menurutnya, atmosfer Indonesia Arena dan dukungan penuh publik tuan rumah menjadi faktor pembeda.
“Saya tidak berharap tim mana pun harus mengalami tekanan seperti yang kami alami. Namun yang terpenting, trofi ini tetap menjadi milik kami,” katanya.
Lebih jauh, Shamsaee bahkan menilai tak banyak tim yang mampu bertahan jika berada di posisi Iran. Ia menyebut hanya skuadnya yang sanggup melewati badai tekanan hingga mencapai garis akhir.
“Saya yakin jika tim lain berada dalam situasi yang kami alami, mereka bahkan tidak akan mampu lolos ke final. Selain pemain dan staf Iran, tidak ada tim lain yang bisa bertahan dan melaju dalam kondisi seperti ini,” tegasnya.
Meski gagal meraih gelar juara, performa Timnas Futsal Indonesia menuai banyak pujian. Bermain tanpa rasa takut di hadapan publik sendiri, Indonesia sukses memaksa raksasa Asia itu bekerja keras hingga adu penalti, sekaligus menegaskan kebangkitan futsal Merah Putih di level kontinental.




