CEO The Washington Post Mundur Usai PHK Massal Ratusan Jurnalis

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

CEO sekaligus penerbit The Washington Post, Will Lewis, resmi mengundurkan diri beberapa hari setelah surat kabar Amerika Serikat (AS) itu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Kepergian Lewis diumumkan pada Sabtu (7/2) waktu setempat.

Lewis, yang memimpin sejak 2023, digantikan sementara oleh Jeff D’Onofrio, kepala keuangan The Washington Post. Dalam pernyataan resminya, manajemen menyebut D’Onofrio langsung menjabat sebagai CEO.

Dalam email kepada staf yang beredar di media sosial, Lewis menyebut keputusannya mundur diambil di tengah langkah-langkah sulit yang ia jalankan selama menjabat.

“Selama masa kepemimpinan saya, keputusan-keputusan sulit harus diambil demi memastikan masa depan The Post yang berkelanjutan dan tetap mampu menyajikan jurnalisme berkualitas dan nonpartisan,” tulis Lewis, seperti dilansir Reuters.

Pengunduran diri itu terjadi tak lama setelah The Washington Post memangkas sekitar sepertiga tenaga kerjanya. New York Times melaporkan sekitar 300 dari total 800 jurnalis terkena PHK, termasuk hampir seluruh staf luar negeri, tim olahraga, liputan lokal, serta koresponden yang berbasis di Kyiv, Ukraina.

Protes dan Kritik Serikat Pekerja

Gelombang PHK tersebut memicu protes. Ratusan orang, termasuk jurnalis dan pendukung kebebasan pers, turun ke depan kantor pusat The Washington Post di Washington DC pada Kamis (5/2).

Mantan editor eksekutif Marty Baron menyebut, peristiwa ini sebagai 'salah satu hari tergelap dalam sejarah salah satu organisasi jurnalisme terbesar di dunia'.

Serikat pekerja The Washington Post Guild bahkan menyambut pengunduran diri Lewis dengan nada keras.

“Kepergian Will Lewis sudah lama dinantikan. Warisannya adalah upaya penghancuran institusi jurnalisme besar AS,” tulis serikat itu, sambil mendesak pemilik perusahaan sekaligus pendiri Amazon, Jeff Bezos, membatalkan PHK atau menjual surat kabar tersebut.

Di sisi lain, Bezos menyebut pergantian kepemimpinan ini sebagai “peluang luar biasa” bagi Post. Ia menekankan pentingnya data pembaca dalam menentukan arah redaksi dan bisnis media ke depan.

“Setiap hari, pembaca memberi kami peta jalan menuju kesuksesan,” kata Bezos dikutip Reuters.

AFP melaporkan, Lewis juga menuai kritik selama masa kepemimpinannya karena dugaan intervensi editorial, termasuk keputusan menghentikan tradisi dukungan terhadap kandidat presiden AS.

Langkah itu disebut menyebabkan sekitar 250 ribu pelanggan digital hengkang dan kerugian hingga USD 100 juta sepanjang 2024.

Sejumlah pihak khawatir melemahnya The Washington Post akan berdampak pada kemampuan pers AS dalam mengawasi kekuasaan, terutama di tengah tekanan politik terhadap media yang kian meningkat.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sekjen PKB Ajak Kader Sukseskan Mujahadah Kubro Satu Abad NU
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Chelsa Berliana Ungkap Kunci Kemenangan Popsivo Usai Jadi Tim Pertama yang Taklukkan Gresik Phonska Plus di Proliga 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Hector Souto bangga dengan penampilan timnas futsal Indonesia
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
PT Garam Bangun Tiga Proyek Hilirisasi Berkapasitas 380.000 Ton
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Usai Bertemu Prabowo, Ormas Islam Solid Dukung Indonesia Masuk Board of Peace
• 17 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.