Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bandung
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan program revitalisasi sarana prasarana serta digitalisasi pembelajaran di SD Yayasan Amal Keluarga, Kabupaten Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pemanfaatan bantuan pemerintah berjalan optimal dalam mendukung peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
Revitalisasi satuan pendidikan di sekolah tersebut didukung anggaran sebesar Rp180 juta. Dana itu digunakan untuk merehabilitasi dua ruang kelas dan satu perpustakaan yang sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah. Selain pembenahan fisik, sekolah juga memperoleh dukungan digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) guna menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Dalam kunjungannya, Fajar berdialog langsung dengan guru terkait pemanfaatan fasilitas hasil revitalisasi, termasuk penggunaan IFP dalam kegiatan pembelajaran. Ia juga menyapa para siswa di kelas untuk melihat secara langsung suasana belajar setelah adanya pembaruan sarana.
Pada kesempatan tersebut, Fajar turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari pembentukan karakter anak sejak dini. Ia menekankan bahwa kebiasaan membuang sampah pada tempatnya merupakan bagian dari penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam aspek bermasyarakat.
“Membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan adalah wujud kebiasaan baik yang harus terus dilatih. Di mana pun berada, anak-anak harus membiasakan diri menjaga kebersihan,”kata Fajar dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.
Kepala SD Yayasan Amal Keluarga, Asep Miftahudin, mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi, kondisi sekolah cukup memprihatinkan. Selama masa pandemi COVID-19, kegiatan belajar mengajar sempat terhenti hampir dua tahun, sehingga sejumlah bangunan dan fasilitas mengalami kerusakan.
Menurutnya, kerusakan paling parah terjadi pada perpustakaan dan beberapa ruang kelas, termasuk bagian atap yang sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Kondisi tersebut sempat memaksa pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar ke ruang lain yang kurang memadai.
“Alhamdulillah, setelah adanya program revitalisasi, dua ruang kelas dan perpustakaan kini sudah dapat digunakan kembali. Anak-anak terlihat lebih nyaman dan bersemangat saat belajar,”ungkap Asep.
Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan karena dinilai sangat membantu keberlangsungan pembelajaran di sekolahnya.
Terkait digitalisasi pembelajaran, Asep menilai kehadiran IFP memberikan perubahan signifikan. Menurutnya, penggunaan perangkat digital tersebut membuat siswa lebih aktif dan mudah memahami materi pelajaran.
“Anak-anak sekarang sangat akrab dengan dunia digital. Dengan IFP, pembelajaran jadi lebih hidup dan sesuai dengan perkembangan zaman,”tuturnya.
Program revitalisasi dan digitalisasi yang dilakukan pemerintah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mendukung peningkatan mutu pendidikan secara merata.
Editor: Redaktur TVRINews





/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F08%2F4e023f566200f0a8ee64dc1327766fe6-IMG20260208110222.jpg.jpeg)