Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan normalisasi Sungai Ciliwung telah dimulai. Proses pembebasan lahan disebutnya segera rampung.
"Seperti yang saya sampaikan, normalisasi Ciliwung kita sudah mulai. Pembebasan lahannya sudah hampir selesai," kata Pramono kepada wartawan di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
Pramono menekankan proses pembebasan lahan untuk normalisasi Ciliwung dilakukan secara langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Disebutkan bahwa pembebasan lahan berlangsung lancar tanpa adanya gejolak dari masyarakat.
"Jadi semua ada 14 penlok (penetapan lokasi) yang sudah saya tanda tangani dan sudah dilakukan pembebasan lahan. Mungkin hari Jumat besok saya bersama Bapak Nusron, Pak Menteri ATR/BPN akan melakukan seremoni untuk itu," tutur Pramono.
"Supaya semua yang dibebaskan sudah selesai dan kemarin di Bidara Cina, di Cawang dan sebagainya kan sudah kita kasih tanda, yang kuning belum dibayar, yang merah sudah dibayar dan sebagainya dan sebagainya," sambung dia.
Oleh karena itu, kata Pramono, setelah pembebasan lahan bisa dilanjutkan dengan pembuatan tanggul. Pembangunan tanggulnya dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
"Sehingga dengan demikian mudah-mudahan bulan Maret sudah mulai dibuat tanggul oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU yang tanggung jawab," pungkasnya.
Diketahui, proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang sempat terhenti sejak 2017. Normalisasi Ciliwung menjadi salah satu kunci utama pengendalian banjir di Ibu Kota.
"Normalisasi Sungai Ciliwung ini adalah bagian untuk mengatasi banjir jangka menengah yang ada di Jakarta. Ini sempat terhenti sejak 2017 dan sekarang kita lanjutkan kembali," kata Pramono saat meninjau langsung pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Jakarta Timur, Kamis (29/1).
Sungai Ciliwung memiliki peran yang sangat signifikan dalam sistem pengendalian banjir Jakarta. Dari total 13 aliran sungai yang melintasi Jakarta, sekitar 40 persen aktivitas aliran sungai berada di DAS Ciliwung.
"Ciliwung ini hampir 40 persen aktivitas sungai yang ada di Jakarta. Maka normalisasi Ciliwung menjadi sangat penting," ujar Pramono.
(ond/dwr)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5494724/original/099508900_1770310582-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_23.13.03.jpeg)
