Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i turut memeriahkan kegiatan Tarhib Ramadan 1447 H yang dikemas dalam bentuk funwalk di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari syiar menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita.
Menurut Wamenag, Ramadan selalu hadir dengan nuansa keimanan dan kebahagiaan. Selain sarat dengan ibadah, bulan suci juga membawa rahmat, ampunan, serta manfaat kesehatan bagi umat Islam yang menjalankannya dengan sungguh-sungguh.
“Kita bersyukur hari ini menunjukkan kegembiraan menyambut Ramadan. Kegembiraan itu sendiri merupakan bagian dari ibadah, karena akan dibalas dengan rahmat dan ampunan dosa,”kata Syafi’i dalam keterangan tertulis, Minggu, 8 Februari 2026.
Romo Syafi’i menjelaskan, Tarhib Ramadan menjadi momentum awal untuk melatih semangat menyambut bulan suci, termasuk membiasakan diri menjaga kesehatan dan mempererat kebersamaan. Ia mengaitkan kegiatan funwalk dengan pesan Rasulullah saw. tentang puasa.
“Rasulullah saw. bersabda, ‘Puasalah kamu agar kamu sehat’. Artinya, salah satu tujuan yang ingin kita raih melalui puasa adalah kesehatan,”ungkapnya.
Ia menekankan bahwa persiapan menyambut Ramadan tidak sebatas ritual keagamaan, melainkan juga mencakup kesiapan fisik dan mental. Melalui kegiatan seperti Tarhib Ramadan, masyarakat diajak menyiapkan diri agar dapat menjalani ibadah puasa secara optimal.
Lebih lanjut, Wamenag menyoroti dimensi sosial Ramadan yang sangat kuat. Menurutnya, bulan suci identik dengan praktik kebersamaan, seperti buka puasa bersama, sahur bersama, serta kewajiban menunaikan zakat.
“Ramadan mengusung semangat kebersamaan. Semua ibadah di dalamnya mengajarkan kepedulian dan kebersamaan antar sesama,” jelasnya.
Ia menilai, semangat kebersamaan yang tumbuh dari kegiatan Tarhib Ramadan dapat berkontribusi pada penguatan persatuan bangsa. Persatuan, kata dia, merupakan fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Semangat kebersamaan itu pada akhirnya akan memperkuat persatuan. Ini sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan,” tegasnya.
Wamenag berharap Tarhib Ramadan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan benar-benar dimaknai sebagai pengingat sekaligus pemantik semangat untuk menjalani Ramadan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Melalui momentum ini, Kementerian Agama mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta meneguhkan nilai kebersamaan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Editor: Redaktur TVRINews





