FAJAR, MAKASSAR — Hujan tak menyurutkan semangat sekitar 1.000 peserta untuk mengikuti Fun Walk Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Shohwatul Is’ad. Sejak pukul 06.00 Wita, para peserta telah memadati Jalan Boulevard, Makassar, Minggu, 8 Februari.
Kegiatan Fun Walk yang mengambil rute start di Jl Boulevard dan finish di Rumah Makan Wong Solo, Jl Sultan Alauddin, ini merupakan rangkaian peringatan Milad ke-20 PPMI Shohwatul Is’ad.
Acara dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, yang hadir mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang sebelumnya dijadwalkan hadir langsung.
Sekitar pukul 08.00 Wita, seluruh peserta telah tiba di lokasi finish. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta undian berhadiah, mulai dari sepeda motor, paket umrah, sepeda, hingga berbagai hadiah hiburan lainnya.
Ketua Panitia Kegiatan, Muhammad Mukhlis Halide, mengapresiasi antusiasme peserta meski cuaca kurang mendukung.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur para peserta tetap semangat berjalan dari Boulevard ke Alauddin. Ini merupakan rangkaian Milad ke-20 kami. Jumlah peserta kurang lebih 1.000 orang, padahal awalnya kami memprediksi hanya sekitar 800-an,” ujarnya.
Mukhlis menjelaskan, Fun Walk ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Dua dekade perjalanan ini menjadi bukti komitmen Shohwatul Is’ad dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Pendiri PPMI Shohwatul Is’ad, Dr. KH Masrur Makmur La Tanro, mengungkapkan rasa syukurnya atas usia 20 tahun pesantren yang didirikannya di Jalan Poros Padanglampe sejak 2006 silam.
“Kita sama-sama bersyukur telah sampai di usia ini. Saya masih ingat dulu di Padanglampe lebih banyak sapi daripada orang, bahkan banyak yang mengatakan daerah ini sarang pencuri. Alhamdulillah, sekarang kita bisa melihat kebangkitan dan membawa banyak kebaikan,” tuturnya.
Masrur menambahkan, hingga kini pesantren yang dipimpinnya telah mencetak ribuan alumni yang melanjutkan pendidikan ke berbagai negara.
“Data terakhir ada sekitar 1.500 alumni. Banyak yang melanjutkan studi ke luar negeri, seperti Mesir, Maroko, China, dan negara-negara lainnya,” tambahnya.
Guru Besar Ilmu Sosial UIN Alauddin Makassar, Prof. Darussalam Syamsuddin, turut mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.
“Kita berharap kiprah pesantren ini bisa menasional. Di milad berikutnya, kegiatan seperti ini bisa kembali dilaksanakan. Pesantren ini layak menjadi rujukan, apalagi 70 persen pendirinya lulusan Timur Tengah, sehingga penguatan kajian kitab kuning sangat terjamin. Saya berharap anak cucu kita kelak bisa melanjutkan pendidikan di sini,” pungkasnya. (adi)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446812/original/032244600_1765942364-marcos.jpg)