Geger Unpam Serang, Mahasiswi Tewas Jatuh dari Lantai 2, Murni Kecelakaan atau Kelalaian Kampus?

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Seorang mahasiswi Unpam Serang bernama Suheni Sintiasari meninggal dunia setelah diduga jatuh dari lantai dua Gedung C Sabtu (8/2) siang.
  • Polsek Walantaka menerima laporan pukul 12.30 WIB dan segera melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden nahas tersebut.
  • Fakta penting di TKP menyoroti minimnya pagar pengaman di lokasi tempat korban diduga terjatuh dari ketinggian.

Suara.com - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Banten. Seorang mahasiswi Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang, ditemukan tewas secara tragis setelah diduga terjatuh dari lantai dua Gedung C di lingkungan kampusnya pada Sabtu (8/2) siang.

Peristiwa memilukan yang menimpa korban bernama Suheni Sintiasari ini sontak membuat geger dan menimbulkan banyak pertanyaan, terutama terkait standar keselamatan di fasilitas pendidikan.

Pihak kepolisian kini tengah bekerja keras untuk mengungkap tabir di balik insiden nahas tersebut.

Kepolisian Sektor (Polsek) Walantaka yang menangani kasus ini membenarkan adanya laporan mengenai kejadian tersebut.

Kapolsek Walantaka, AKP Dulhak, menyatakan bahwa pihaknya menerima informasi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

"Betul, kami menerima laporan adanya seorang mahasiswa meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai dua. Saat ini kejadian tersebut sedang kami proses dan tangani," kata Dulhak, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi status korban yang merupakan warga Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk memastikan setiap detail dari peristiwa ini.

Fakta di TKP: Minimnya Pagar Pengaman Jadi Sorotan

Di tengah proses penyelidikan, sebuah fakta mencengangkan di lokasi kejadian (TKP) menjadi sorotan utama. Berdasarkan pantauan langsung di area Gedung C Kampus Unpam Serang, terlihat jelas bahwa area di lantai dua tempat korban diduga terjatuh memiliki pembatas pengaman yang sangat minim.

Baca Juga: Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional

Garis polisi kini telah terpasang melintang di sekitar area tersebut untuk kepentingan penyelidikan.

Kondisi bangunan yang minim proteksi ini secara otomatis memunculkan spekulasi dan pertanyaan besar mengenai standar keamanan dan kelayakan gedung yang digunakan untuk aktivitas belajar-mengajar.

Apakah kondisi ini menjadi faktor utama penyebab kecelakaan? Pertanyaan inilah yang kini berusaha dijawab oleh tim penyidik Polsek Walantaka.

AKP Dulhak menyatakan pihaknya masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai saksi mata yang mungkin berada di lokasi saat kejadian.

"Perkara masih didalami, mohon waktu," ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di sekitar lokasi kejadian terpantau sepi dari aktivitas perkuliahan. Sejumlah petugas kepolisian masih terlihat melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan TKP.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Meramu Komedi dari Perjalanan Skotlandia di Piala Dunia 2026
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Ogah Masuk Gorong-gorong Mirip Jokowi, Pramono: Yang Bekerja Otaknya
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Efek Bernardo Tavares! Wonderkid Persebaya Alfan Suaib Bisa Bersinar Layaknya Victor Dethan di PSM
• 59 menit laluharianfajar
thumb
Di Hadapan Ulama & Warga NU, Prabowo Tegaskan Lagi Komitmen Lindungi Kekayaan Bangsa
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Bantah Isu Cerai, Nia Ramadhani: Berhenti Menyebarkan Kebohongan
• 9 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.