Irene Umar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengatakan, perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 dan awal masuknya Bulan Suci Ramadan di Februari 2026, menjadi cerminan kebersamaan dan keberagaman di Indonesia.
“Setelah Natal, sekarang kita menuju Imlek dan lanjut merayakan Ramadan di bulan yang sama. Tahun ini menjadi waktu yang monumental, yang mana kita tetap satu untuk menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa Indonesia adalah negara paling inklusif,” kata Irene seperti dilansir Antara di Jakarta Barat, Sabtu (7/2/2026).
Dia mencontohkan, perayaan Imlek 2026 yang bertema “Harmoni Imlek Nusantara”, di mana perayaan Imlek di Jakarta akan dimeriahkan penyalaan lampion di 93 titik.
“Mari kita bersama menerangi dunia mulai dari sekarang dan ke depan karena keadaan dunia sangat membutuhkan lilin-lilin kecil,” ungkapnya.
Tahun baru Imlek 2026 dirayakan pada 17 Februari 2026. Sedangkan awal Ramadan, Kementerian agama akan melangsungkan Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.
Pemantauan hilal akan dilakukan di berbagai titik di Indonesia. Sementara Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Ramadan pada 18 Februari 2026.(ant/lea/rid)



