jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 1.000 peserta memadati Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dalam ajang lari amal Care for Sumut: Charity Run pada Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk solidaritas nyata untuk mendukung pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara.
BACA JUGA: Berlari Sambil Berbagi, Care for Sumut Charity Run Galang Dana untuk Korban Banjir
Kegiatan ini diikuti oleh 1.000 peserta yang berlari sambil berdonasi untuk mendukung pemulihan pascabencana dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak di Sumatera Utara.
Care for Sumut lahir dari kepedulian sekelompok orang berdarah Batak yang tinggal di Jakarta, yang merasa terpanggil untuk berbuat lebih dari sekadar menyampaikan simpati.
BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Update Bencana Sumut, Pak Prabowo dapat Surat, Tolong Tetapkan Status Bencana Nasional di Sumatra
Dari kegelisahan bersama atas dampak banjir besar yang melanda kampung halaman, serta kesamaan minat terhadap olahraga lari, inisiatif ini berkembang menjadi sebuah gerakan kemanusiaan yang terbuka untuk publik.
Penyelenggara berupaya menghadirkan bentuk kontribusi yang konkret dan terukur melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan publik luas.
BACA JUGA: Update Bencana Sumut, Sumbar, dan Aceh: 164 Orang Meninggal Dunia, 79 Hilang, 12 Luka-Luka
“Sebagai orang yang berdarah Batak, kami tidak ingin kepedulian berhenti pada simpati. Care for Sumut kami rancang sebagai ruang kolaborasi agar masyarakat dapat ikut berperan langsung dalam proses pemulihan,” ujar Bara Krishna Hasibuan, Ketua Panitia Care for Sumut.
Mengusung konsep lari amal, Care for Sumut mengintegrasikan gaya hidup sehat dengan kepedulian sosial.
Seluruh peserta berkontribusi melalui donasi, dengan komitmen bahwa seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan langsung ke lapangan untuk mendukung kebutuhan mendesak dan pemulihan jangka menengah masyarakat terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, khususnya di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan.
Penyelenggara menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan organisasi dan mitra lokal yang terverifikasi, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti akses air bersih, layanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur.
“Kami memahami bahwa bantuan yang efektif bukan hanya harus cepat, tetapi juga tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip
tersebut menjadi pegangan kami sejak awal perencanaan acara ini,” ujar Pahala Mansury, Wakil Ketua Panitia Care for Sumut.
Partisipasi publik yang tinggi dalam Care for Sumut menunjukkan bahwa isu kemanusiaan masih menjadi perhatian bersama. Dengan tagline One Heartbeat, One Purpose, acara ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi masyarakat sipil dalam merespons bencana secara berkelanjutan dan berorientasi pada dampak nyata.(ray/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F02%2F08%2F39b27b068439520f582520f5b2d5275e-FAK_2946.jpg)


